Rabu, 29 Juli 2026 WIB

Belum Lama Jadi Negara Berkembang, Bangladesh Mampu Raih Juara dalam Kompetisi Sains NASA

- Senin, 13 Desember 2021 09:01 WIB
1.196 view
Belum Lama Jadi Negara Berkembang, Bangladesh Mampu Raih Juara dalam Kompetisi Sains NASA
Tim Khulna Mahakash dari Bangladesh raih juara dunia dalam kompetisi sains NASA. (Foto: Bangla Tribune)

DHAKA,Pesisirnews.com - Bangladesh belum lama keluar dari predikat Least Development Countries (LDC) atau kategori negara miskin oleh Bank Dunia.

Negara yang terletak di kawasan Asia Selatan ini baru masuk dalam kategori negara berkembang pada Maret 2018, setelah Bank Dunia melihat terjadinya peningkatan pendapatan nasional bruto di negara ini.

Namun, negara yang masih cukup sering bermasalah dengan konflik sektarian dan konflik berlatar agama ini ternyata mampu menorehkan prestasi yang cukup luar biasa di bidang sains, khususnya di bidang luar angkasa.

Baca Juga:

Disitat dari Bangla Tribune, Senin (13/12), dalam kompetisi sains tantangan aplikasi luar angkasa NASA, Bangladesh kembali menjadi juara dunia untuk kedua kalinya, mengalahkan ribuan peserta lain yang berasal dari seluruh dunia.

Tim Khulna 'Mahakash' dari Bangladesh telah menjadi juara dunia dalam kategori 'Konsep Misi Terbaik' dari 10 kategori tantangan yang diberikan NASA.

Baca Juga:

Asosiasi Perangkat Lunak dan Layanan Informasi Bangladesh (BASIS) menyelenggarakan Tantangan Aplikasi Luar Angkasa NASA di Bangladesh.

Menurut siaran pers organisasi, ada 4.534 tim dari 162 negara ambil bagian dalam kompetisi tahun ini.Sedangkan Bangladesh berpartisipasi dalam 26 proyek dari berbagai kategori.

Di babak final, Bangladesh meraih kehormatan menjadi yang terbaik di dunia dalam satu kategori.

Diinformasikan lebih lanjut bahwa alat yang ditemukan oleh Tim dari Bangladesh disebut Sistem Sampler Reglith Lanjutan atau ARSS.

Alat ini akan membantu astronot mengontrol jumlah debu yang terbang bebas selama misi luar angkasa.Ini karena dalam misi sebelumnya ke bulan, astronot dilaporkan mengalami kesulitan bekerja di debu yang ada di permukaan.

Pada gravitasi rendah, partikel debu mudah terangkat dan melayang, sehingga menyulitkan astronot untuk mengumpulkan sampel, serta mengion karena radiasi kosmik, yang dapat menyebabkan kerusakan pada pakaian antariksa.

Team Space menemukan solusi efektif untuk masalah ini, menciptakan seperangkat alat yang menjebak partikel debu ini di ruang tertutup dan mencegah debu mengambang.

[br]

Menteri Negara Teknologi Informasi dan Komunikasi Junaid Ahmed Palak mengucapkan selamat kepada Team Space dan BASIS.

Dia mengatakan, "Prestasi ini adalah contoh unik lain dari kemajuan Digital Bangladesh."

Presiden BASIS Syed Almas Kabir mengatakan, “Pencapaian ini merupakan tonggak penting lainnya dalam upaya kami untuk membangun Bangladesh digital.

Untuk diketahui, lebih dari delapan ratus proyek diajukan dari Bangladesh dalam acara tahun ini.

Setelah seleksi, perwakilan dari 125 proyek berpartisipasi dan 26 proyek terbaik dinominasikan oleh NASA dari Bangladesh.

Adapun negara-negara yang berhasil memenangkan kompetisi sains tantangan aplikasi luar angkasa NASA, yakni:

• Taiwan di kategori 'Best Use of Science',

• Inggris di kategori 'Best Use of Data',

• Malaysia di kategori 'Best Use of Technology',

• Amerika Serikat di kategori 'Galactic Impact',

• Panama di Kategori ‘Most Inspiring’,

• Maroko dalam kategori 'Global Connection',

• Amerika Serikat dalam kategori 'Art and Technology', dan

• Australia dalam kategori 'Local Impact'.

(PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dewi Juliani : Pemilu Seharusnya Menjadi Kompetisi Ide dan Visi
PM Sheikh Hasina: Kemajuan Suatu Bangsa Ditentukan Lewat Penguasaan Teknologi
LP KPK Riau Minta Kadis PUPR Rohil Tunjukkan Bukti Sewa Alat Berat
Bisakah Manusia Berhubungan Seks di Luar Angkasa? Ini Jawaban Mantan Astronot NASA
Maskapai Penerbangan Bangladesh Diretas, Hacker Minta Tebusan Rp 75,8 Miliar
Upaya Arab-Israel Mengatasi Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Suhu di Timur Tengah
komentar
beritaTerbaru