Senin, 20 April 2026 WIB

Petani Sungai Bungus Mengadu ke PWI Inhil

- Minggu, 13 September 2015 10:30 WIB
565 view
Petani Sungai Bungus Mengadu ke PWI Inhil
foto: fadli
Kedatangan para petani di Kantor PWI.
TEMBILAHAN, PESISIRNEWS.COM - Diduga lahan diserobot dan diserang hama, para petani mengadu ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Inhil, Sabtu kemarin.

Para petani mengadukan adanya dugaan lahan mereka diserobot PT IJA. Maka perwakilan petani Parit Sungai Bungus, Dusun Sungai Batang, Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) mengadukan hal itu ke para wartawan.

Perwakilan petani yang datang tersebut, yakni Bahasyim (57) didampingi Ketua RT25 Sungai Bungus, Syaperi diterima Ketua PWI Inhil Muhammad Yusuf dan beberapa wartawan liputan Inhil.

Bahasyim (57), petani Sungai Bungus mengaku lahannya sebanyak 75 baris pohon kelapa ini yang biasanya menghasilkan 15.000 butir kelapa, saat ini hanya tinggal 3.000 butir saja setiap panen.

Bahasyim menceritakan, sejak perusahaan ini beroperasi, mulai lah lahan mereka diserang hama kumbang dan monyet. Saat ini mereka hanya dapat menangisi melihat kerusakan pohon kelapa mereka.

"Banyak yang menangis di bawah pohon kelapa, dan masyarakat mau mengamuk saja. Jangan berlarut-larut penyelesaian masalah ini, karena masyarakat sudah emosi sekarang, kami tak tahu lagi apa yang akan terjadi," cerita Bahasyim saat itu.

Ketua RT Syaperi menjelaskan, saat ini ada 3 parit (Sungai Bungus) dan 1 parit (Sungai Ular) di Dusun Sungai Batang yang habis diserang hama kumbang. Termasuk mereka yang juga lahannya diserobot tanpa adanya ganti kerugian.

"Kami sudah sering menyampaikan keluhan kepada pihak perusahaan, tapi hanya dijanjikan saja, tanpa ada kejelasan sampai saat ini. Saya takut warga hilang kesabarannya," keluhnya.

Petani meminta permasalahan dapat ditindaklanjuti secara tegas oleh Pemkab Inhil, karena keberadaan perusahaan ini sudah menimbulkan kerugian kepada petani setempat.

Ketua PWI Inhil, Muhammad Yusuf mengatakan, selama ini sudah cukup banyak pengaduan petani di daerah-daerah yang lahannya diserobot dan rusak akibat adanya aktifitas perusahaan sawit.

"Tindakan perusahaan sudah menimbulkan kerugian dan meresahkan petani. Kami mengharapkan Pemkab Inhil dan pihak terkait lainnya dapat menyikapi serius permasalahan ini, jangan sampai permasalahan ini menimbulkan konflik antara perusahaan dan masyarakat petani di lapangan," tegasnya. (zul)


SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kayuh Becak Terhenti, Suratman alias Rano Kini Terbaring Menahan Luka 40 Jahitan
Siswi Yatim Tembilahan Terharu Dapat Sepeda Dari Kopolsek Tembilahan
Bupati Inhil Herman Apreseasi Kinerja BEA Cukai Tembilahan
Gotong Royong Bersama di Islamic Center, Wujud Dukungan Lanjutan Pembangunan Kawasan Keagamaan
POLSEK TEMBILAHAN HULU BERHASIL UNGKAP KASUS PENGEROYOKAN TERHADAP ANAK, DUA PELAKU DITANGKAP
Disdagtri Inhil Gerak Cepat Data 313 Kios Hangus Terbakar pasar Terapung Tembilahan
komentar
beritaTerbaru