PESISIRNEWS.COM, LABUHA- Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Rembuk Forum Aksi (Reformasi) Kabupaten Halmahera selatan Mendesak Kepolisian Daearah (Kapolda) Maluku Utara agar segera menangkap pelaku Pencurian 20 Kotak suara PPK Kecamatan bacan Kabupaten Halmahera selatan sehingga Perintah mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan Kepada KPU Provinsi Maluku Uatara untuk melakukan hitung ulang di 28 TPSĀ tersebut KPU Provinsi Maluku utara hanya dapat melakukannya di 8 TPS karena Surat suara di 20 TPS lainnya di nyatakan hilang.
Desakan di sampaikan oleh Ketua LSM Reformasi Alim Rahman Kepada suara kieraha pada Konfrensi Persnya di Rumah makan Nandolang Rabu (27/01) kemarin mengatakan Kapolda Maluku Utara Jendaral Polisi zulkarnain di Desak segera melakukan penangkapan terhadap pelaku Pencurian Kotak suara di 20 TPS di kecamatan Bacan yang di simpan di tempat Pleno PPK Bacan di Ruang Toilet Sekolah Luar biasa (SLB) Desa hidayat kecamatan Bacan Kabupaten Halsel.
Pihaknya menduga Pencurian Kotak suara di PPK Bacan jauh sebelumnya sudah dapat diketahui oleh Kepolisian Polres Halmahera selatan, karena pada saat Pilkada Halsel pihak kepolisian Polres Halsel di kerahui menjaga secara ketat di masing-masing TPS hingga PPK termasuk tempat pleno PPK Bacan di Sekolah SLB Desa hidayat juga di jaga ketat, Ko bisa kotak suara yang begitu banyak dan begitu besar bisa di curi dan di pindahkan tanpa sepengetahuan aparat kepolisian yang berjaga-jaga inikan aneh, ataukan aparat kepolisian juga turut menyembunyikan kotak suara tersebut.
Oleh sebab itu Pihak Kepolisian Kapolda Maluku Utara segera melakukan Pemeriksaan terhadap Kapolres Halsel AKBP Zainudin Agus Binarko dan wakapolres Halsel Kompol Setyo Agus, karena keduanya pemegang kendali di Polres halsel ini di duga terlibat secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan Pencurian dan penyimpanan kotak suara tersebut, sehingga pihaknya meminta Kapolri segera membentuk Pelatihan dan pendidikan pengamanan peningkatan Kapasitas pengetahuan terhadap anggota Polres Halsel. sehingga masyarakat Halsel juga merasa aman dari sisis kemanan karena kotak suara yang begitu banyak dan begitu besar saja dapat di curi dan di pindakan saja pihak kepolisian tidak tau apalagi dengan momentum tindakan teroris yang melakukan pemboman di sejumlah tempat di Indonesia yang sangat mengancam Keselamatan warga saat ini lantas kualitas kepolisian Polres halsel seperti ini siapa yang bisa menjamin keamanan masyarakat halsel. ujarnya. (asa)