Rabu, 27 Mei 2026 WIB

Gubernur Ganjar Minta Erotisme Dangdut Dikurangi

- Minggu, 27 Agustus 2017 12:17 WIB
355 view
Gubernur Ganjar Minta Erotisme Dangdut Dikurangi
Ilustrasi
Pesisirnews.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melantik Pengurus DPC Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (27/8). Dalam kesempatan ini Ganjar berpesan kepada pengurus PAMMI untuk mengurangi kesan erostisme dalam musik dangdut.

"Jika saya boleh titip, dangdut Indonesia khas sekali tidak bisa dipatahkan karena punya kekhasan, keunikan dan setiap daerah selalu memunculkan karyanya masing-masing. Kalau saya boleh titip, erotisme dari dangdutnya jangan berlebihan," tegas Ganjar Pranowo saat berpidato di hadapan ratusan penyanyi dan seniman dangdut lokal di Kabupaten Jepara, Jateng, seperti dilansir dari Merdeka.com. 

Ganjar menceritakan pengalaman pribadi tentang erotisme dalam lagu dangdut yang mempengaruhi perilaku dan karakter anak. Pada satu kesempatan, akun twitternya @ganjarpranowo sempat menerima kiriman keluhan dari warga Jateng tentang pengaruh lagu dangdut kepada anak-anak.

"Akun twitter saya ditag oleh seorang yang curhat kepada saya soal lagu dangdut berjudul Bojo Galak. Di akun saya banyak komentar yang masuk, mencibir dan juga memuji fenomena boomingnya lagunya berjudul Bojo Galak," tuturnya.

Melalui akun twitternya, Ganjar memberikan masukan kepada netizen jika lagu dangdut tidak seluruhnya bernada negatif. Lagu dangdut tetaplah karya seni. Namun, tetap perlu diberi catatan beberapa lagu dangdut yang berpotensi mempengaruhi perilaku anak.

"Faktanya anak-anak di kanan kiri saya semua bisa koor nanyi Bojo Galak," ucapnya.

Menurut politisi PDIP ini, yang menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus PAMMI adalah menciptakan lagu dangdut bagi anak-anak. Lagu yang lirik maupun musiknya bisa memberikan warna, nasehat, serta kegembiraan dan menghibur anak-anak.

"Kalau bisa lagu dangdut anak itu meledak se-meledaknya layaknya lagu Bojo Galak itu tadi di pasaran. Bagaimana kita memberikan lagu yang warna tetap dangdut, tetap melayu tapi memberikan kontribusi pada anak," pintanya.

Ini pekerjaan rumah bersama. Sebab, Ganjar belum lama ini didatangi beberapa organisasi baik daerah, nasional maupun international yang peduli terhadap kondisi anak-anak di Indonesia maupun di Jawa Tengah. Paling tidak dengan terciptanya lagu dangdut untuk anak-anak, PAMMI mempunyai andil dan kontribusi yang baik bagi pertumbuhan dan berkembangnya anak-anak Indonesia di masa depan.

"Unicef, datang ke saya. Ingin membuat Jateng menjadi wilayah layak anak. Kalau perlu nanti kita kumpulkan, kita lakukan festival dangdut anak-anak. Nek perlu aku sing nganake wes," katanya.

Selain berpesan untuk tidak berlebihan dalam mengeksplorasi erotisme dalam lagu dangdut, Ganjar juga menyarankan agar artis dangdut, terutama di wilayah Pantura Jepara, Jateng dan sekitarnya harus bisa mengejar ketertinggalan dalam pemanfaatan teknologi. Sebab saat ini lagu tidak lagi diproduksi dalam bentuk kaset namun digital.

"Tentu produksi lagunya harus memaksa anggota PAMMI untuk mengelola dan memanage lebih baik. Apalagi, karena sekarang sudah tidak zamanya lagi kaset. Sekarang era digital maka harus mengaturnya dan mengejarnya," tutupnya

SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Penegakan Hukum dan Penertiban Aset Daerah, Bupati Herman Gandeng Kejari Inhil
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkoba di Kempas, Sita 129 Butir Ekstasi dan 12,18 Gram Sabu
Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Pasar Kembang
Camat Mandah dan LAMR Kecamatan Mandah Tegaskan Larangan Aktivitas Maksiat dan LGBT di Kawasan Wisata Pantai Solop
Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Shabu dengan Barang Bukti 8,9 Gram
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Dua Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Shabu dan Ekstasi
komentar
beritaTerbaru