Jumat, 17 Juli 2026 WIB

Oknum Anggota TNI Ngamuk Aniaya Ibu Lurah, Bibir & Hidungnya Sampai Berdarah-darah

Haikal - Selasa, 24 Agustus 2021 12:40 WIB
358 view
Oknum Anggota TNI Ngamuk Aniaya Ibu Lurah, Bibir & Hidungnya Sampai Berdarah-darah
Youtube/Official iNews ©2021 Merdeka.com
PESISIRNEWS.COM- Di duga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI Seorang ibu lurah di wilayah Tomuan, Pematangsiantar, Sumatra Utara.
Aksi dugaan penganiayaan itu disebut berawal karena terduga pemukulan tak terima saat toko kelontong miliknya ditertibkan saat operasi PPKM berlangsung.
Akibat dari keributan tersebut, korban mengalami pendarahan pada bagian hidung dan bibir. Berikut informasi selengkapnya:
Ibu Lurah Diduga Dianiaya Oknum TNI
Video amatir merekam keributan yang terjadi antara ibu lurah dan oknum TNI tersebut sempat beredar di media sosial. Korban bernama Walmaria Zalukhu, Lurah Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar diduga dianiaya oleh seorang anggota Babinsa TNI berinisial Serda JS.[adsense]
Menurut keterangan Walmaria, terduga pelaku pemukulan disebut datang dan membuat keributan di kantor kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur. Oknum TNI tersebut disebut merasa keberatan dengan operasi penertiban PPKM yang dilakukan oleh pihak kelurahan saat merazia toko kelontong miliknya.[br]
Korban Alami Pendarahan
Video amatir yang merekam momen saat Walmaria mengalami pendarahan usai dipukul diduga sengaja dibagikan olehnya melalui media sosial. Dalam video yang diunggah, peristiwa tersebut nampak terjadi pada malam hari.
Terdengar suara teriakan seorang pria yang ikut melerai keributan. Kemudian, terlihat Walmaria terduduk dengan keadaan hidung dan mulut yang berdarah.
"Setengah 12 malam ibu lurah mengeluarkan darah segar mengalir, dan pelakunya (pemukulan) adalah seorang aparat Babinsa," kata keluarga korban dikutip dari Youtube Official iNews, Selasa (24/8/2021).
Kasus Sedang Ditangani
Usai menjadi korban pemukulan, Walmaria pun langsung membuat laporan resmi atas kasus penganiayaan tersebut. Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh Denpom I/Siantar. Hal itu juga sudah dibenarkan oleh Kapenrem 022 Pantai Timur Mayor Inf Sondang Tanjung.[adsense]
"Terduga pelaku penganiayaan saat ini sedang dalam proses (pemeriksaan) untuk kronologinya masih simpang siur antara keterangan pelaku dan pelapor masih belum sinkron," kata Sondang.[br]
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna mendapatkan kronologi kejadian yang sesungguhnya.[adsense]
"Yang dilaporkan dari pihak pelapor itu bahwa terlapor mendatangi kediaman rumah pelapor memancing keributan berarti kan masih belum sinkron dengan keterangan terlapor. Saat ini ibu lurah juga masih dimintai keterangan," pungkasnya.(Merdeka.com).

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Apresiasi Tim Penyusunan LKPD, WTP Ke-10 Jadi Bukti Tata Kelola Keuangan Inhil
Bhabinkamtibmas Desa Bekawan Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Ketahanan Pangan
Keributan di Gedung DPRD Riau Jadi Sorotan, PW-IWO Desak Pengusutan Tanpa Kompromi
Wisuda XXX STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Momentum Lahirnya Generasi Unggul untuk Kemajuan Daerah
Ketua Pembina Pos Yandu Inhil Katerina Susanti Herman, Pos Yandu  6 Bidang SPM
Wabup Yuliantini Instruksikan Seluruh OPD dan Camat Wajib Berinovasi, Inovasi Bukan Sekadar Formalitas
komentar
beritaTerbaru