Senin, 03 Agustus 2026 WIB

Ketua Umum PSI Grace NatalieTidak Akan Mendukung Perda Syariat dan Mencegah Ketidakadilan,Diskriminasi dan Tindak Intoleransi

Haikal - Senin, 12 November 2018 21:07 WIB
170 view
Ketua Umum PSI  Grace NatalieTidak Akan Mendukung Perda Syariat dan Mencegah Ketidakadilan,Diskriminasi dan Tindak Intoleransi
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kiri) didampingi Sekjen Raja Juli Antoni, dan Ketua DPP Tsamara Amany memberikan keterangan pers terkait sikap partai pada Pemilihan Presiden 2019 di Jakarta, Sabtu (11/8/2018). ANTARA FOTO/Indr
Pesisirnews,com-Grace Natalie Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan partainya akan mencegah kemunculan ketidakadilan, praktik diskriminasi dan tindak intoleransi di Indonesia.

"Partai ini tidak akan pernah mendukung Perda Syariat dan Perda Injil. Tidak boleh ada lagi penutupan rumah ibadah secara paksa," kata dia di Tangerang, Minggu (11/11/2018).

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kiri) didampingi Sekjen Raja Juli Antoni, dan Ketua DPP Tsamara Amany memberikan keterangan pers terkait sikap partai pada Pemilihan Presiden 2019 di Jakarta, Sabtu (11/8/2018). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso.

Keberadaan perda-perda syariat maupun injil dapat membatasi kebebasan masyarakat. Misalnya, kata Grace, perda semacam itu bisa memaksa siswa untuk berbusana tertentu hingga dapat membatasi kebebasan umat dalam beribadah.

Kata Grace  ingin kami perangi karena Indonesia itu masyarakatnya beragam. Jika kami tidak menjaga keberagaman ini, Indonesia bisa menjadi Suriah atau Irak, dan akhirnya tidak ada yang diuntungkan,

Dia menilai setiap kebijakan yang membatasi hak-hak warga kerap ditunggangi kepentingan kelompok yang memainkan politik identitas. Oleh karena itu, kata Grace, jika para kader PSI bisa merebut kursi di parlemen, mereka akan menjalankan misi untuk mencegah ketidakadilan, praktik diskriminasi, dan tindak intoleransi di Indonesia.

Grace menambahkan, para kader PSI yang dapat duduk di parlemen akan diminta untuk memproteksi para pemimpin reformis di tingkat nasional dan lokal dari gangguan para politisi hitam. Selain itu, kata Grace, mereka juga akan diberi tugas menghentikan praktik pemborosan dan kebocoran anggaran.

sumber:Tirto,id

Editor   : Tim


SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Pekanbaru Disorot, PBH Peradi Desak Kepastian Hukum
OTT KPK di Kuansing Guncang Riau, Projo Riau : Jangan Biarkan Korupsi Terus Mencoreng Wajah Daerah
HPT-gate di Kuansing Jerat Menhut, "KPK Harus Periksa Raja Juli Sekalipun Sudah Kembalikan Uang Suap"*
Aksi Heroik Anggota Polsek Kota, Berhasil Amankan Dua Orang Terduga Begal !
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Amankan Seorang Pengedar dan Sita 4,70 Gram Sabu
Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang Monitoring Langsung Pertumbuhan Jagung Usia 8 Minggu
komentar
beritaTerbaru