Rabu, 23 September 2026 WIB

Mantan Istri Setya Novanto Ketahuan Datangi KPK Lalu Ngacir, Ada Apa Ini?

Haikal - Jumat, 22 Desember 2017 00:45 WIB
589 view
Mantan Istri Setya Novanto Ketahuan Datangi KPK Lalu Ngacir, Ada Apa Ini?
Jurubicara KPK Febri Diansyah. Foto via Jawa Pos
JAKARTA – Mantan istri terdakwa korupsi KPK, Setya Novanto, Luciana Lily Herliyanti, kedapatan mendatangi KPK, Kamis (21/12) sekitar pukul 13.00 WIB.

Namun, ia buru-buru ngacir pergi setelah awak media mengetahui keberadaannya di lobi lembaga antirasuah.

Dikonfirmasi, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan tidak ada jadwal pemeriksaan untuk istri pertama mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

"Tidak ada pemeriksaan untuk yang bersangkutan," kata Febri.

Baca Juga:

Kedatangan Luciana, kata febri, dalam rangka ingin menyerahkan surat kepada penyidik.

Namun belum diketahui surat apa yang dimaksud. Karena menurut penyidik, urusan surat-menyurat diarahkan ke bagian persuratan.

Baca Juga:

"Penyidik katakan kalau mau kirim surat ke bagian persuratan," imbuh mantan aktivis antikorupsi tersebut.

Sebelumnya, Lucianan kedapatan duduk di lobi gedung merah putih itu.

Semula, dia duduk tenang di kursi ruang tunggu tamu KPK. Namun seketika Luciana tampak risih ketika awak media mulai menyorotnya.

Dengan rambut disanggul, ia langsung memakai kacamata hitam dan mengubah posisi duduknya berpaling dari ruangan pers.

Luciana lantas berbincang dengan rekannya yang juga seorang wanita.

Selang beberapa menit, dia kemudian berdiri menuju meja resepsionis dan tampak berbincang dengan seseorang melalui sambungan telepon.

Sekitar sepuluh menit berbicara di telepon, mantan istri Setya Novanto itu bergegas duduk kembali dan sibuk dengan mengambil sejumlah berkas.

Dibantu temannya, dia tampak mengeluarkan sebuah dokumen dalam map coklat. Terlihat dia mencoret-coret kertas dokumen itu.

Tak berapa lama kemudian dia meninggalkan lobi gedung KPK sekitar pukul 14.00 WIB.

Luciana berupaya menghindar ketika media mengepungnya. Tak banyak kata yang dikeluarkan selain membantah dia turut diperiksa penyidik KPK.

"Enggak, enggak (diperiksa)," ujarnya singkat seraya menuju mobilnya dan meninggalkan gedung lembaga antirasuah.

Untuk diketahui, Luciana merupakan ibu dari Dwina Michaella dan Reza Herwindo. Hari ini, penyidik KPK tengah memeriksa putrinya, Dwina.

Dwina datang memenuhi panggilan penyidik KPK sekitar pukul 09.45 WIB.

Adapun dia diperiksa sebagai saksi dengan tersangka Dirut PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sudihardjo.

Dwina dimintai keterangannya soal kepemilikan saham di salah satu konsorsium penggarap proyek e-KTP, PT Murakabi Sejahtera.

Sejatinya, KPK pernah memanggil Dwina pada November lalu.

Namun melalui kuasa hukum Novanto kala itu, Fredrich Yunadi, Dwina tidak hadir dengan alasan surat panggilan dikirimkan ke kediaman ayahnya bukan kediamannya.

Selain Dwina, KPK juga memanggil putra dari Novanto Rheza Herwindo.

Nama dua anak Setya Novanto muncul dalam dakwaan bersamaan dengan ibunya, Deisti Astriani Tagor serta pamannya, Irvanto Hendra Pambudi terkait kepemilikan PT Murakabi Sejahtera.

PT Murakabi merupakan salah satu konsorsium yang disiapkan Tim Fatmawati bentukan Andi Agustinus alias Andi Narogong Cs untuk mengikuti tender proyek e-KTP tahun 2011.

Perusahaan itu dijadikan pendamping Konsorsium PNRI yang sudah dipastikan memegang proyek e-KTP.

Dibeberkan dalam dakwaan, PT Murakabi Sejahtera merupakan milik Novanto melalui Irvanto, Deisti, dan Rheza.

Yakni dengan cara Irvanto membeli saham PT Murakabi Sejahtera milik Vidi Gunawan.

Maka, Irvanto dapat menggantikan posisi Vidi Gunawan yang merupakan Adik Andi Agustinus sebagai Direktur PT Murakabi Sejahtera, untuk kemudian diikutsertakan ke konsorsium lelang PNRI.

Selanjutnya Deisti dan Rheza membeli sebagian besar saham PT Mondialindo Graha Perdana yang merupakan holding dari PT Murakabi Sejahtera.

Deisti memiliki 50 persen, sedangkan Rheza memegang 30 persen saham perusahaan itu. Sementara Dwina menjabat sebagai Komisaris PT Murakabi.

Supaya bisa ikut tender dan memenangkan konsorsium PNRI, PT Murakabi Sejahtera sengaja memasukan jasa usaha pembuatan ID card.

Padahal sebelumnya jasa tersebut tidak ada di Murakabi.rls pojoksatu.id

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Setelah Sita Uang Rp1,5 M, KPK Susun Strategi Ungkap Kasus 'Sunat' Upah Pungut di Kabupaten Bogor
OTT KPK di Kuansing Guncang Riau, Projo Riau : Jangan Biarkan Korupsi Terus Mencoreng Wajah Daerah
HPT-gate di Kuansing Jerat Menhut, "KPK Harus Periksa Raja Juli Sekalipun Sudah Kembalikan Uang Suap"*
Desa Sungai Intan Perwakilan Kab Inhil Calon Percontohan Desa Anti Korupsi KPK RI 2025
Ketua PW-IWO Riau Meminta KPK Turun ke Indragiri Hilir: Awasi Secara Ketat Kegiatan Kepala Desa
Jadi 'Anak Emas' PLN, Bagaimana Sepak Terjang PT Sahitya Amartya Konsultama?
komentar
beritaTerbaru