Minggu, 19 April 2026 WIB

Realisasikan Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Vaksinasi Covid-19 Diberikan kepada Guru dan Dosen

- Kamis, 25 Februari 2021 11:38 WIB
776 view
Realisasikan Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Vaksinasi Covid-19 Diberikan kepada Guru dan Dosen
Suasana pemberian vaksin Covid-19 di GOR Wujil Ungaran. (Foto: KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA)

JAKARTA, Pesisirnews.com - Demi merealisasikan sekolah tatap muka pada Juli 2021, vaksinasi Covid-1 mulai diberikan kepada guru dan dosen.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menargetkan sekolah tatap muka dapat dibuka pada Juli 2021 atau awal semester kedua tahun ajaran 2020/2021.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, langkah ini dapat dilakukan apabila vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pendidik yang telah berlangsung sejak Rabu (24/2/2021) dapat diselesaikan pada Juni 2021.

Baca Juga:

"Kami ingin memastikan kalau kita bisa vaksinasi sampai akhir bulan Juni, tahun ajaran berikutnya di bulan Juli, insya Allah kita sudah melakukan proses tatap muka di sekolah," kata Nadiem di Jakarta, Rabu (25/2/2021).

Senada dengan Nadiem, Presiden Joko Widodo mengatakan, vaksinasi perdana yang digelar bagi para guru di DKI Jakarta akan diikuti dengan penyuntikan vaksin kepada guru-guru di provinsi lain.

Baca Juga:

Menurut Jokowi, guru merupakan salah satu kelompok prioritas penerima vaksin untuk menjamin kelancaran kegiatan belajar selama pandemi.

"Tenaga pendidik dan kependidikan, guru, ini kita berikan prioritas agar nanti di awal semester kedua pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan," kata Jokowi, Rabu.

Adapun Nadiem menjelaskan, prioritas pemberian vaksinasi bagi tenaga pendidik ini dimulai dari tingkat sekolah dasar, PAUD, sekolah luar biasa (SLB), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan perguruan tinggi.

Tahapan tersebut dilakukan dikarenakan semakin muda jenjang pendidikan maka proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) semakin sulit dilakukan.

Seperti diketahui, selama pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, tak semua peserta didik dapat melaksanakan PJJ dengan baik.

[br]

Sebagian besar para peserta didik mengalami hambatan, salah satunya dari aspek teknologi, jaringan internet, dan aspek lainnya.

"Dan mereka yang paling membutuhkan interaksi fisik dan tatap muka. Tapi sekali lagi, walaupun tatap muka pun, itu harus menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kemenkes dan Kemendikbud," ujarnya.

Lantas, bagaimana pelaksanaan dan target vaksinasi bagi guru hingga dosen?

Nadiem mengatakan, sebanyak 650 orang tenaga pendidik sudah mengikuti vaksinasi tahap kedua perdana di SMA 70 Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, pemerintah menargetkan sebesar 5,5 juta tenaga pendidik yang disuntik vaksin, termasuk mereka yang berada di bawah naungan Kementerian Agama dan swasta.

Nadiem juga menegaskan, guru honorer ikut memperoleh vaksinasi tahap kedua dan setiap guru harus disuntik vaksin sebanyak dua kali sesuai prosedur yang ditetapkan Kemenkes.

"Itu angkanya sekitarsegitu. Kami akan upayakan sebaik mungkin untuk memastikan semua itu terjadi akhir Juni," ucap Nadiem.

Adapun menurut data Kemenkes, sasaran vaksinasi bagi tenaga pendidik mencapai 5.057.582 orang.

Bagi guru yang tak terdaftar vaksinasi

Sementara itu, bagi para guru yang tak terdaftar mengikuti vaksinasi, Nadiem mengatakan, mereka bisa membawa surat pernyataan dari kepala sekolah (kepsek) ke lokasi vaksinasi.

Menurut Nadiem, jadwal dan lokasi vaksinasi akan diinformasikan oleh dinas kesehatan, dinas pendidikan, atau kantor wilayah Kemenag masing-masing daerah.

Lebih lanjut, Nadiem mengucapkan terima kasih kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Presiden Jokowi atas dimulainya vaksinasi bagi tenaga pendidik.

"Kami terima kasih kepada Presiden dan Menkes yang komitmen agar ini terjadi. Semoga pelaksanaan ini terlaksana dengan baik," kata dia.

Sumber: (kompas.com)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Puluhan Guru Bantu Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Adukan Nasibnya ke DPRD Inhil
APBD 2026 Inhil Terancam Telambat, Apa Akibatnya? Begini Pandangan Akademisi
Jelang perhelatan Haul Akbar Syekh Abdurrahman Siddiq bin Syekh M. Afiff Al Banjari, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir
Penemuan Mayat Seorang Guru dibakar Dikampar Kepolisian Masih Menyelidiki
Pemkab. Inhil Bantah Tuduhan Tutup Mata terhadap Pungli di Sekolah
Propam Polda Sulawesi Tenggara Memeriksa 6 Personel Kepolisian Terkait Kasus Guru Honorer Supriyani
komentar
beritaTerbaru