Minggu, 27 September 2026 WIB

Pengamat: Kalau Prabowo Presiden, Mungkin Media Tidak Sebebas Sekarang

- Sabtu, 26 Januari 2019 08:28 WIB
1.115 view
Pengamat: Kalau Prabowo Presiden, Mungkin Media Tidak Sebebas Sekarang

Pesisirnews.com -Pengamat Politik Karyono Wibowo melihat ada kecendrungan jika Prabowo Subianto terpilih menjadi Presiden pada Pilpres 2019 akan bersikap keras terhadap media.

Hal itu terungkap dalam diskusi media dengan tema "Menakar Kapabilitas Pasangan Capres-Cawapres dari Perspektif Media Massa di Kopi Politik, Jumat (25/1/2019).

Kecendrungan tersebut didasari dari pernyataan dan sikap Prabowo kepada media yang kerap berkata keras dan berani memboikot. "Kecendrungan kalau Prabowo menjadi presiden akan membuat media tidak sebebas sekarang," Kata Karyono yang juga Direktur Eksekutif Indonsia Publik Institute (IPI).

Baca Juga:

Pengamat: Kalau Prabowo Presiden, Mungkin Media Tidak Sebebas Sekarang. (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Meski tidak sama persis, kemungkinan Prabowo akan membuat seperti jaman Orde Baru kata Karyono bisa saja terjadi. Karena Prabowo melihat kebebasan pers saat ini sudah terlalu bebas.

Baca Juga:

"Prabowo ini lahir dari pejabat militer di era orde baru. Jadi karateristik Orba ini masih melekat di Prabowo, meskipun dia tidak akan bisa membawa seperti orba, karena kontrol publik saat ini sangat kuat dan ada UU yang melindungi media," Ungkapnya.

Narsum lain Wapemred Harian Kompas Tri Agung Kristanto menilai sikap Prabowo dan tim nya yang kerap betentangan dengan media bahkan melaporkan media ke dewan pers adalah langkah yang tepat. Biarkan dewan pers yang menilai.

"Jika kemudian adanya penolakan untuk diwawancarai saya melihat disatu sisi itu adalah kerugian. Kesadaran untuk menggunakan media untuk kepentingannya itu harus dibangun," Ujar pria yang juga Anggota Dewan Kehormatan PWI ini.

Bukankah sebagai tokoh bangsa harusnya tidak bersikap keras kepada media? Tri Agung mengatakan mungkin itu hanya sekedar stetmen, karena kata dia siapapun capres tau betul posisi media.

"Bisa juga itu adalah strategi kampanye Prabowo karena Pak Jokowi sudah menjadi media darling, dan bagi Prabowo untuk menjadi media darling tidak mudah hanya akan menjadi follower Pak Jokowi. Ini juga bisa jadi adalah agar menjadi top of mine yang selalu diingat masyarakat dan cara yang baik adalah melakukan kontroversi," Tegasnya.

Redaktur Harian Rakyat Merdeka Siswanto mengatakan ada satu kejadian yang sangat mengerikan yang dilontarkan oleh Prabowo dalam sebuah acara. "Prabowo mengatakan dalam sebuah acara jangan akui dia wartawan, ini sangat bahaya," Ujarnya.

Pengamat: Kalau Prabowo Presiden, Mungkin Media Tidak Sebebas Sekarang. (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Siswanto menduga kebebasan pers terancam jika Prabowo jadi persiden besar kemungkinan tetap ada. Tapi jika melakukan pembredelan media Siswanto menilai sulit untuk era sekarang. "Ancaman terhadap pribadi mungkin iya, tapi kalau membredel media saya yakin tidak akan terjadi," Tutupnya.

Sumber
: Tribunnews.com
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Usai Pilkada, Mafirion Ajak Masyarakat Bersatu Melalui Sosialisasi Empat Pilar*
Pendidikan Budaya Politik di Kabupaten Indragiri Hilir Tingkatkan Kesadaran Politik Masyarakat
Fakta Baru Penembakan Donald Trump, Ini Identitas Pelaku
Wujudkan Kedaulatan Pangan, GNTI Riau Dukung PDI-P
Dewi Juliani : Pemilu Seharusnya Menjadi Kompetisi Ide dan Visi
Hari RRI, Dewi Juliani Beri Apresiasi Untuk Penyiar dan Kru
komentar
beritaTerbaru