Senin, 20 April 2026 WIB

Pria AS Temukan Pecahan yang Diduga Pesawat MH370 di Mozambik

- Kamis, 03 Maret 2016 05:58 WIB
522 view
Pria AS Temukan Pecahan yang Diduga Pesawat MH370 di Mozambik
ilustrasi
PESISIRNEWS.COM, MAPUTO - Asosiasi penerbangan Mozambik menyebut seorang warga Amerika telah menyerahkan serpihan potongan pesawat yang diduga berasal dari MH370. Pecahan tersebut masih dalam penyelidikan.

Diberitakan AFP, Kamis (3/3/2016), Presiden Asosiasi Penerbangan Mozambik, Joao de Abreu mengatakan tidak ada indikasi bahwa serpihan itu adalah buatan.

"Kami telah menerima pada sore ini potongan pesawat yang dibawa oleh seorang warga Amerika bernama Blaine Gibson," ujar de Abreu.

"Dia mentakan dirinya sedang berjalan di pantai dua hari yang lalu dan menemukan potongan ini di dekat wilayah Vilankulo," tambahnya.

Gibson dilaporkan adalah seorang blogger Amerika dan penyidik yang mencari sisa-sisa dari pesawat tersebut. "Potongan ini berukuran 57 cm x 90 cm. Ini asimetris dari bahan komposit dan berwarna abu-abu," terangnya.

"Potongan ini masih ada di kami dan mengikuti jalur hukum untuk mendapatkan seorang yang ahli dalam menganalisa ini," ucapnya.

Dirinya mengatakan masih terlaku dini untuk berspekulasi untuk mengatalan potongan ini berasal dari sebuah boeing atau Airbus atau berasal dari pesawat lain.

De Abreu mengatakan Gibson tiba di kementerian Mozambik sebagai representatif dari konsulat Australia. Dia menambahkan tidak ada tanda dari potongan itu yang memperlihatkan bahwa potongan berasal dari serpihan MH370.

Sumber: Detikcom

SHARE:
Tags
beritaTerkait
21 Pesawat Tempur China Memasuki Zona Udara Taiwan, Militer Taiwan Bersiap Siaga
Kisah Bertahan Hidup Kapolda Jambi dan Rombongan Saat Helikopter Alami ‘Emergency Landing
Pesawat Luar Angkasa Tak Berawak X-37B Kembali ke Bumi, Pecahkan Rekor 908 Hari di Orbit
Pesawat Tempur KF-21 Unit 2 Buatan Korea Selatan Kembali Sukses Uji Terbang
Sejumlah Negara Dilaporkan Tertarik Membeli Pesawat Tempur Tejas Buatan India
Bagaimana  Kemampuan Pertahanan Udara Iran saat Ini dalam Menghadapi Pesawat Tempur AS?
komentar
beritaTerbaru