Sabtu, 01 Agustus 2026 WIB

Eropa Antisipasi Varian Omicron dari Covid-19 yang Lebih Menular dan Lebih Berbahaya

- Sabtu, 04 Desember 2021 12:10 WIB
1.265 view
Eropa Antisipasi Varian Omicron dari Covid-19 yang Lebih Menular dan Lebih Berbahaya
Ilustrasi: Perawat Salome Nkoana, pelaksana tugas manajer operasional bangsal Covid-19 di Rumah Sakit Tembisa, mengenakan alat pelindung diri (APD) di Tembisa, Afrika Selatan. (Foto: AFP)

Pesisirnews.com - Eropa mengantisipasi dampak varian Omicron dari Covid-19 yang diyakini lebih menular daripada jenis sebelumnya.

Varian Omicron diperkirakan dapat menyebabkan lebih dari setengah dari semua infeksi Covid di Eropa dalam beberapa bulan mendatang.

Jerman memberlakukan pembatasan pada orang-orang yang tidak divaksinasi Covid-19

Baca Juga:

Jerman akan memberlakukan pembatasan besar-besaran pada orang-orang yang tidak divaksinasi Covid-19, untuk memerangi lonjakan kasus terbaru, kata Kanselir Angela Merkel, termasuk larangan dari budaya dan rekreasi dan toko-toko yang tidak penting.

Varian Omicron dari Covid-19, diyakini lebih menular dan bisa menjadi bisa menjadi strain dominan daripada jenis sebelumnya.

Baca Juga:

Varian ini dapat menyebabkan lebih dari setengah dari semua infeksi Covid di Eropa dalam beberapa bulan mendatang, kata badan kesehatan Uni Eropa (UE) ECDC, dilansir dari theaseanpost.com, Sabtu (4/12).

[br]

Norwegia memperketat di Oslo

Terpisah, Norwegia memperkenalkan langkah-langkah anti-Covid baru di Oslo yang lebih besar setelah sekelompok kasus Omicron yang dicurigai muncul di antara lusinan orang yang divaksinasi pada makan malam Natal.

Sedangkan Kanada mengkonfirmasi kasus pertama virus corona pada satwa liar, pada tiga rusa berekor putih.

AS terapkan aturan perjalanan yang lebih keras

Sementara itu, Presiden Joe Biden akan mengumumkan aturan yang lebih ketat untuk pengujian virus bagi pelancong ke Amerika Serikat (AS) setelah kasus pertama varian Omicron ditemukan di sana.

Sedangkan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa memperingatkan risiko "apartheid kesehatan" saat ia membidik larangan perjalanan yang diberlakukan di negaranya setelah mendeteksi varian baru Omicron dari Covid.

[br]

Lebih dari 5,2 juta korban meninggal

Catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus corona telah menewaskan sedikitnya 5.223.072 orang sejak wabah muncul di China pada Desember 2019, menurut penghitungan dari sumber resmi yang dikumpulkan oleh AFP pada pukul 1100 GMT, Kamis.

AS telah menderita kematian terkait Covid paling banyak dengan 782.100, diikuti oleh Brasil dengan 614.964, India dengan 469.724, Meksiko dengan 294.428 dan Rusia dengan 277.640.

Mempertimbangkan besarnya jumlah kematian terkait dengan Covid-19, WHO memperkirakan jumlah kematian secara keseluruhan bisa dua hingga tiga kali lebih tinggi apabila varian baru Omicron dari Covid tidak segera di antisipasi. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Suhu yang Tepat Memasak Daging, Ayam, Ikan dan Telur agar Aman dari Bakteri Berbahaya
Khawatir Makin Berbahaya, Elon Musk dan 1000 Pemimpin Bisnis Minta Teknologi AI Diperlambat
Prancis Alami Lonjakan Kasus Varian Baru Covid-19
KERIS dan Kemenhub RI Sepakat Dongkrak Ekonomi Rakyat Pascapandemi Covid-19
Putin Sebut Barat Coba Mengatur Umat Manusia dan Dekade ke Depan akan Jadi Paling Berbahaya
Kasus Baru Covid-19 Kembali Meningkat, China Tutup Universal Studios di Beijing
komentar
beritaTerbaru