Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Rakyat Filipina Cemaskan Lambatnya Ketersediaan Vaksin Korona

- Rabu, 19 Agustus 2020 11:56 WIB
584 view
Rakyat Filipina Cemaskan Lambatnya Ketersediaan Vaksin Korona
Ilustrasi : (Kredit Foto via ABS-CBN News )

MANILA, Pesisirnews.com - Departemen Sains dan Teknologi (DOST) mengatakan pada hari Rabu (19/8/2020) bahwa Filipina kemungkinan besar baru bisa mendapatkan vaksin korona yang telah disetujui untuk di distribusikan kepada publik pada kuartal kedua tahun 2021.

“Jika kita berbicara tentang ketersediaan secara massal, kami yakin ini akan terjadi pada kuartal kedua tahun depan,” kata Wakil Sekretaris DOST Rowena Guevarra secara virtual.

"Uji klinis akan dimulai pada kuartal ke-4 tahun ini,” ujarnya.

Baca Juga:

Guevarra, yang menjabat wakil menteri DOST untuk penelitian dan pengembangan dan ketua kelompok kerja sub-teknis negara untuk vaksin korona mengatakan kepada ABS-CBN News dalam pesan teks bahwa dia merujuk pada beberapa vaksin, terutama yang dari Rusia, Sinovac China dan yang akan dimasukkan dalam Uji Coba Solidaritas Organisasi Kesehatan Dunia untuk vaksin.

“Kami akan memiliki beberapa vaksin, karena tidak ada satu vaksin pun yang akan berhasil untuk kita semua,” katanya.

Baca Juga:

Para ahli sebelumnya mengatakan bahwa vaksin korona tidak akan memiliki kemanjuran 100 persen.

[br]

Tetapi Dr. Jaime Montoya, direktur eksekutif Dewan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (PCHRD) DOST, mengatakan bahwa mereka memperkirakan pelopor pengembang vaksin akan dapat mengirimkan studi mereka ke Filipina pada bulan April 2021.

“Kuartal kedua aplikasi vaksin di Filipina oleh FDA (Food and Drug Adminstration) paling lambat akhir triwulan ke-2 sekitar Mei atau Juni,” katanya.

Dr. Nina Gloriani, ketua panel ahli vaksin korona untuk Filipina, mengatakan di antara pengembang vaksin yang sedang mereka bicarakan adalah Sinovac dan Sinopharm dari China, Universitas Oxford dari Inggris, dan Moderna dan Pfizer dari Amerika Serikat. Semua dianggap sebagai pelopor dalam pengembangan vaksin korona dan sedang menjalani uji klinis pada manusia Tahap 3.

[br]

Gloriani mengatakan mereka tidak memiliki pembaruan terbaru tentang vaksin Sputnik V yang sedang dikembangkan oleh Rusia karena mereka belum menerima berkas lengkap dari obat tersebut, yang harus mereka pelajari terlebih dahulu sebelum menyetujui uji klinis di negara tersebut.

Pemerintah sebelumnya mengatakan Filipina dan Rusia akan menjalankan uji klinis Fase 3 secara bersamaan untuk obat tersebut.

Namun mengingat masih cukup lama waktu yang dibutuhkan dalam pengadaan vaksin korona membuat masyarakat Filipina khawatir penderitaan yang mereka alami menjadi semakin berat. Oleh karena itu rakyat mendesak agar pemerintah Filipina berusaha lebih maksimal lagi dalam mempercepat ketersediaan vaksin korona untuk rakyat Filipina.


Sumber : ABS-CBN News

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Timnas Indonesia Mengukir Sejarah Pertama Kalinya Setelah Mengalahkan Filipina 2-0 Pada Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia 2026
Timnas Indonesia Tekuk Filipina 2 -0 Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia 2026
Polda Metro Jaya Turunkan Ribuan Personel Untuk Pengamanan Jelang Laga Timnas Indonsia VS Filipina
Jadwal Timnas Indonesia VS Filipina Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia
Feri antar Pulau Terbakar di Lepas Pantai Pulau Basilan, 31 Orang Tewas
Prancis Alami Lonjakan Kasus Varian Baru Covid-19
komentar
beritaTerbaru