Senin, 20 April 2026 WIB

Israel dan Hamas Setuju Gencatan Senjata untuk Mengakhiri Perang Berdarah Selama 11 Hari

- Jumat, 21 Mei 2021 10:42 WIB
1.290 view
Israel dan Hamas Setuju Gencatan Senjata untuk Mengakhiri Perang Berdarah Selama 11 Hari
Ilustrasi: Gencatan senjata. (AP)

JERUSALEM, Pesisirnews.com - Tekanan internasional berhasil memaksa Israel bersedia melakukan gencatan senjata dengan Hamas.

Israel dan Hamas menyetujui gencatan senjata pada Kamis (20/5/2021) dini hari waktu setempat.

Kesepakatan genjatan senjata itu sekaligus menghentikan perang yang telah berlangsung selama 11 hari antara Israel dan Hamas.

Baca Juga:

Pada pukul 2 pagi waktu setempat, tepat saat gencatan senjata diberlakukan, hiruk pikuk kehidupan kembali ke jalan-jalan Gaza.

Orang-orang keluar dari rumah mereka, beberapa meneriakkan “Allahu Akbar” atau bersiul dari balkon. Banyak yang menembak ke udara, merayakan gencatan senjata.

Baca Juga:

Kantor Netanyahu mengatakan Kabinet Keamanannya telah dengan suara bulat menerima proposal gencatan senjata Mesir setelah mendapat rekomendasi dari kepala militer Israel dan pejabat keamanan tinggi lainnya.

Di Washington, Biden memuji gencatan senjata. “Saya yakin kami memiliki peluang nyata untuk membuat kemajuan, dan saya berkomitmen untuk bekerja untuk itu,” katanya.

Biden mengatakan AS berkomitmen untuk membantu Israel mengisi kembali pasokan rudal pencegatnya untuk sistem pertahanan roket Iron Dome dan bekerja dengan Otoritas Palestina yang diakui secara internasional (bukan Hamas) untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Seperti diketahui, perang Israel-Hamas meletus pada 10 Mei, ketika militan Hamas di Gaza menembakkan roket jarak jauh ke arah Yerusalem sebagai respon setelah terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa Palestina dan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Hamas dan kelompok militan lainnya menembakkan lebih dari 4.000 roket ke Israel selama pertempuran, meluncurkan proyektil dari daerah sipil di kota-kota Israel . Lusinan proyektil terbang hingga ke utara hingga Tel Aviv, ibu kota komersial dan budaya yang ramai di negara itu.

[br]

Akibat perang yang berlangsung, setidaknya 230 warga Palestina tewas, termasuk 65 anak-anak dan 39 wanita, dengan 1.710 orang terluka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Tetapi tidak terdapat jumlah pasti korban yang tewas dari pasukan Hamas.

Sekitar 450 bangunan juga hancur oleh bom-bom yang di jatuhkan Israel di Gaza.

Sedangkan di pihak Israel dua belas orang tewas, termasuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dan seorang gadis berusia 16 tahun.

Hamas mengklaim kemenangan perang melawan Israel. Tetapi sekarang Hamas harus menghadapi tantangan untuk membangun kembali Gaza yang hancur, angka kemiskinan, pengangguran yang meluas, dan wabah virus korona yang mengamuk di wilayah kendalinya tersebut.

Sedangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menghadapi kemarahan dari basis sayap kanan garis keras yang menuding dia menghentikan operasi militer terlalu cepat.

Sejak pertempuran dimulai, infrastruktur Gaza, yang telah melemah akibat blokade Israel selama 14 tahun, semakin memburuk dengan cepat. (AP)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Meriahnya Festival 'Perang Air' di Riau: Merawat Tradisi, Jaga Persaudaraan
Idul Adha Gaza Umat Muslim Sholat Di Sekitar Masjid Yang Hancur  Diantara Puing Puing Rumah Yang Runtuh
Komandan Wagner Klaim Berhasil Menewaskan 38.000 Tentara Ukraina
Kabar Gembira, Bupati Inhil Instruksikan BKAD Cairkan Hak ASN, Guru Kontrak Provinsi dan Perangkat Desa
Ramadhan Berdarah di Kampar, Anak Durhaka Bacok Ayah Kandung hingga Tewas
WHR 2023: Israel Bertahan di Urutan ke-4 Negara Paling Bahagia di Dunia, Afghanistan Paling Tidak Bahagia
komentar
beritaTerbaru