DUBAI, Pesisirnews.com - Israel dan UEA pada Kamis (13/8/2020) sepakat untuk menormalisasi hubungan kedua negara, ditandai dengan penandatanganan kesepakatan penting yang ditengahi Amerika Serikat (AS).
Dalam isi kesepakatan tersebut tertuang perjanjian di mana negara Yahudi itu akan menghentikan pencaplokan lebih lanjut atas wilayah Palestina.
Melansir thenews.com, Jumat (14/8/2020), perjanjian kedua negara tersebut langsung diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump di akun resmi Twitternya.
Baca Juga:
"Terobosan BESAR" cuit Trump Kamis (13/8/2020) dan Trump menyebutnya sebagai "Perjanjian Perdamaian Bersejarah antara dua teman BESAR kita".
[br]
Baca Juga:
Cuitan Trump dibalas oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengatakan “itu adalah hari bersejarah" sebagai tanggapan tentang kesepakatan itu.
Sementara itu Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan melalui akun Twitternya yang terverifikasi merespon, "Selama pertemuan dengan Presiden Trump dan Perdana Menteri Netanyahu, akhirnya kesepakatan dicapai untuk menghentikan aneksasi Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina," tulisnya.
Sedangkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menggambarkannya sebagai hari bersejarah dan langkah maju yang signifikan untuk perdamaian di Timur Tengah.
"Amerika Serikat berharap langkah berani ini menjadi yang pertama dalam serangkaian perjanjian yang akan mengakhiri 72 tahun permusuhan di kawasan itu," kata Pompeo.
Dari kesepakatan itu akan membuat Uni Emirat Arab menjadi negara Arab ketiga yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel setelah kesepakatan damai antara Israel dengan Mesir dan Yordania.
Namun kelompok Islam Palestina Hamas, yang mengontrol wilayah pesisir Jalur Gaza, dengan cepat mengatakan perjanjian itu "tidak mewakili kepentingan Palestina".
Sumber : thenews.com