Jumat, 17 April 2026 WIB

Wow, Cina Bantu Arab Saudi Kembangkan Senjata Nuklir, AS Meradang

- Jumat, 07 Agustus 2020 10:36 WIB
794 view
Wow, Cina Bantu Arab Saudi Kembangkan Senjata Nuklir, AS Meradang
Ilustrasi : AS lakukan penyelidikan atas laporan Cina membantu Saudi dalam pengembangan senjata nuklir. (Kredit Foto : Middle East Eye)

WASHINGTON, Pesisirnews.com - The New York Times melaporkan pada hari Rabu (5/8/2020), bahwa agen-agen intelijen AS telah menganalisis dugaan kolaborasi antara Cina dan Arab Saudi dalam pengembangan senjata nuklir di situs yang dirahasiakan di Saudi, dekat dengan area produksi panel surya.

Badan-badan intelijen Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang menilai laporan bahwa China secara diam-diam membantu Arab Saudi memperluas program nuklirnya, yang dapat membuka jalan menuju pengembangan senjata nuklir.

Analis yang berbicara kepada New York Times mengatakan gambar satelit bangunan di dekat Ibu Kota Riyadh mirip dengan fasilitas nuklir yang dibangun oleh Cina di Iran.

Baca Juga:

Awal pekan ini, Wall Street Journal juga melaporkan bahwa situs lain di barat laut negara itu sedang digunakan untuk mengekstrak uranium dari bijih uranium sebuah langkah lanjutan untuk pengembangan bahan bakar nuklir yang dapat menempatkan Saudi di jalur untuk mengembangkan senjata nuklir.

[br]

Baca Juga:

Menurut New York Times, entitas Cina telah membuat banyak pakta dan perjanjian dengan Arab Saudi dalam perjalanannya menuju pemrosesan uranium, baik untuk energi nuklir atau untuk mengekspor uranium.

Pakar AS mengatakan ini pada akhirnya dapat dialihkan ke program nuklir militer rahasia di masa depan.
The New York Times melaporkan bahwa sementara Presiden AS Donald Trump telah berusaha untuk mengerjakan program nuklir sipil Arab Saudi, laporan terbaru telah menimbulkan kekhawatiran di Washington.

Arab Saudi belum menandatangani pembatasan yang sama yang disetujui UEA selama pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklirnya sendiri, dan pada 2018, Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan akan mencoba mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir jika Iran melanjutkan pekerjaannya mendapatkan bom nuklir

Menurut The New York Times, Saudi menandatangani nota kesepahaman dengan China National Nuclear pada 2017 untuk membantu mengeksplorasi deposit uraniumnya, dan perjanjian lainnya ditandatangani dengan China Nuclear Engineering Group.

Kedua kesepakatan itu menyusul pakta 2012 yang diumumkan antara Riyadh dan Beijing untuk bekerja sama dalam penggunaan energi nuklir secara damai.

[br]

Para analis mengatakan bahwa Arab Saudi mulai melakukan perubahan ke arah kerja sama nuklir dengan Cina, daripada sekutu tradisionalnya AS, karena kerajaan itu telah kehilangan kepercayaan pada kemampuan Washington untuk melawan Iran.

"Mereka percaya bahwa sebagai hasil dari JCPOA, mereka tidak dapat mengandalkan siapa pun yang mengekang Iran, dan mereka harus menghalangi Iran sendiri," kata Rolf Mowatt-Larssen, direktur intelijen dan kontraintelijen di Departemen Energi, kepada New York Times yang dinukil Middle East Eye, Jumat (7/8/2020).

Arab Saudi juga belum menandatangani pembatasan AS yang sama yang dimiliki negara lain, dan Riyadh saat ini memiliki perjanjian perlindungan terbatas dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) serta tidak berkewajiban untuk mengungkapkan situsnya kepada pengawas nuklir.

Pada awal tahun ini, lebih dari 150 negara, termasuk Iran dan AS, telah menandatangani protokol tambahan IAEA - jenis pengawasan paling canggih dari badan tersebut - yang melindungi dari penyebaran senjata nuklir.

Baik Arab Saudi maupun Israel belum menandatangani perjanjian pengawasan terbaru ini.


Sumber : international.sindonews.com

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pembangunan Jalan Rengat - Kuala Cinaku - Rumbai Jaya Hampir Rampung
Pengadilan AS Perintahkan Penyelidikan Seorang Pria yang Bocorkan Informasi Sangat Rahasia
Ubah Citra Ultra-Konservatif, Arab Saudi akan Kirim Astronot Wanita Pertama ke Luar Angkasa
Wajib Diketahui Calon Pekerja Migran Indonesia: Arab Saudi Berlakukan Tes sebelum Berikan Visa
CEO TikTok Jawab Tudingan Parlemen AS mengenai Bahaya TikTok bagi Kemanan Nasional
Banjir Bandang Terjang Wilayah Selatan Arab Saudi, 4 Orang Anak Jadi Korban
komentar
beritaTerbaru