Rabu, 06 Mei 2026 WIB

Polisi Mintai Keterangan Lima Saksi, Terkait Tenggelamnya Pelajar SMPN 3 di Kolam Renang Pertamina

- Jumat, 12 Februari 2016 18:23 WIB
747 view
 Polisi Mintai Keterangan Lima Saksi, Terkait Tenggelamnya Pelajar SMPN 3 di Kolam Renang Pertamina
Foto: dika
Kompol Sasli.
PESISIRNEWS.COM, DUMAI - Pihak Polsek Dumai Barat masih menyelidiki insiden tenggelamnya Siti Azahra. Siswi SMPN 3 Kota Dumai yang tenggelam di Kolam Renang Sasana Tirta Pertamina, Komplek Bukit Datuk Dumai, Selasa (9/2/2016) kemarin.

Saat ini sudah lima orang dimintai keterangan oleh Penyidik Polsek Dumai Barat. Termasuk Guru Korban bernama Agus Ruli. Sedangkan empat lainnya adalah petugas di Kolam Renang milik Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai.

“Kita baru memintai keterangan dari lima orang yang ada di lokasi. Baik guru dan petugas kolam renang,” sebut Kapolsek Dumai Barat, Kompol Sasli Rais kepada wartawan, kemarin.

Mantan Kapolsek Bukit Batu itu menjelaskan, bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Maka hasil keterangan tersebut masih belum bisa disampaikan. Apalagi masih ada rencana untuk meminta keterangan dari pihak lainnya.

Termasuk pihak keluarga korban. Namun hingga Kamis kemarin pihak belum memberikan keterangan. Sebab mereka masih dalam suasana berduka. Apalagi hingga kini masih ada informasi yang belum terungkap.

“Kita berharap pihak keluarga bisa ikut memberi keterangan. Guna menambah informasi dalam penyidikan insiden ini,” ujar Kompol Sasli.

Rencananya, secara perlahan sejumlah keterangan lainnya akan dihimpun pihak kepolisian. Terutama yang terkait dalam insiden di Kolam Renang milik Pertamina. Sehingga bisa dipastikan penyebab dari tenggelamnya Siti Azahra.

Instruktur Renang SMPN 3 Tidak Terdaftar di PRSI Dumai

Disisi lainnya, diketahui guru honorer SMPN 3 Jalan Raya Soekarno–Hatta yang merupakan instruktur renang di sekolah tersebut ternyata tidak terdaftar sebagai instruktur renang oleh Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Dumai.

“Seharusnya pihak sekolah menggunakan intruktur renang yang memang terdaftar dan memiliki sertifikat. Pihak sekolah diduga lalai, karena tidak memiliki standar operasional saat guru pembimbing memberikan pelajaran renang. Akibatnya pelajar SMPN 3 tenggelam,” ujar Zulfan Ismaini pengurus PRSI Dumai.

Menurutnya, pihak sekolah dalam memberikan materi Ekskul renang menggunakan instruktur renang yang sudah berpengalaman. Sehingga, bisa meminalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, untuk 80 pelajar, masak hanya didampingi oleh 1 pendamping.

“Idealnya kalau 80 orang, didampingi 4 instruktur. Sehingga, pengawasan bisa lebih ketat lagi. Sepengetahuan saya, tidak ada instruktur renang yang terdaftar atas nama Agus Ruli di PRSI Kota Dumai,” terangnya.

Zulfan Ismaini yang merupakan Ketua HIPMI Kota Dumai ini juga meminta Dinas Pendidikan Kota Dumai untuk mengevaluasi kembali Ekskul renang, agar hal seperti ini tidak terulang lagi. (dcp)


Ikuti perkembangan berita ini. Silahkan Klik DISINI / DISINI

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polisi Datangi TKP Kolam Renang Lokasi Bocah Tenggelam di Pulau Palas
Danrem 031/Wira Bima dan Kapolda Riau  Tinjau Lokasi Tenggelam Nya SB.Avelyn Calisca 01
Dua Orang Pelajar Digerebek Warga saat Asyik Bermesum Ria di Bulan Puasa
Naas, Ibu Muda Kehilangan Nyawa setelah Jatuh dan Tenggelam di Sumur Rumahnya
Naas, Dua Orang Pemburu Biawak Tenggelam di Sungai Citanduy Kota Banjar
TNI AL Bantu Evakuasi 36 Orang ABK Kapal Tenggelam di Perairan Muara Sungsang
komentar
beritaTerbaru