Rabu, 06 Mei 2026 WIB

Ini Kondisi Terakhir Korban Teror Bom di Thamrin

- Sabtu, 16 Januari 2016 07:29 WIB
741 view
Ini Kondisi Terakhir Korban Teror Bom di Thamrin
Foto: viva.co.id
RSPAD rilis sejumlah korban bom Sarinah.
PESISIRNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Musyafak mengungkapkan kondisi terakhir korban serangan teror di Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016)

"Saya akan menyampaikan kondisi terakhir korban teror bom, jumlah korban 33 orang yang mana tujuh orang meninggal dan 26 dirawat. Tujuh sudah pulang dan 19 masih dirawat di Rumah Sakit," ujar Musyafak di Mapolda Metro Jaya, Jumat malam (15/1/2016).

Adapun rincian RS, dia menjabarkan, korban luka-lika yang dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo dirawat sebanyak enam orang.

"Satu anggota Polri di ICU, warga negara Jerman, Austria, dan tiga warga negara Indonesia. Ada satu atas nama R, mati radang otak," katanya.

Sementara itu, di RS Cipto Mangunkusumo masih dirawat satu orang korban, setelah sebelumnya merawat empat orang.

"Satu orang dari Polri, tiga sudah pulang," ucapnya.

Kemudian, di RS Angkatan Darat Gatot Subroto. Di mana ada dua anggota Polri yang salah satunya dirawat di ICU.  warga Negara Belanda yang dirawat di ICU dan warga negara Aljazair serta lima warga Negara Indonesia.

"Lalu, RS MMC semula tiga orang dirawat, sekarang satu karena dua sudah pulang, semuanya dari sipil," ujarnya.

Selanjutnya, di RS Thamrin ada satu anggota Polri dirawat dan RS Medika Permata Hijau Kebun Jeruk, satu korban yang merupakan masyarakat sipil juga masih di rawat.

"Jadi, korban total lima anggota Polri dan 21 masyarakat sipil, dan dari 26 korban, 19 laki-laki dan tujuan perempuan, lalu tujuh korban dilakukan operasi," kata Musyafak.

Mengenai korban tewas, Musyafak pun memastikan korban tewas adalah enam warga negara Indonesia dan satu warga negara asing.

"Korban meninggal masih dalam pemeriksaan, ada beberapa yang sudah diidentifikasi, tetapi masih terus diselidiki mengambil data dari DNA," tuturnya.

Sumber: viva.co.id

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pusat Studi HAM Nairobi: Serangan Militan Al Shabaab Meningkat, Ratusan Korban Tewas
Beritakan Perbuatan Asusila, Jurnalis Dapat Teror Sadis Mau Dipotong Leher dan Jadi Terlapor
Pimpinan Khilafatul Muslimin Dunia yang Bermarkas di Lampung Ditangkap Polda Metro Jaya
Hal Ini yang Menjadi Salah Satu Pemicu Utama Radikalisme dan Terorisme Menurut BNPT
BNPT: Kementrian-Lembaga Miliki Peran Penting Dalam Pencegahan Terorisme
Antisipasi Kejahatan Terorisme, Pemerintah Maroko Resmikan Divisi Penanganan Bahan Peledak
komentar
beritaTerbaru