Selasa, 30 Juni 2026 WIB

Mantan Senior JI Bicara soal ISIS: Mereka Bathil Bukan Ahlus Sunah

- Selasa, 05 Januari 2016 06:55 WIB
850 view
Mantan Senior JI Bicara soal ISIS: Mereka Bathil Bukan Ahlus Sunah
Foto: beritasatu
Abu Tholut alias Imron Baehaqi
JAKARTA, PESISIRNEWS.COM -  Tak kurang dari 408 WNI telah berangkat ke Suriah secara bergelombang sepanjang 2015 untuk bergabung dengan organisasi ISIS yang diproklamirkan oleh Abu Bakar Baghdadi.

Juga, menurut catatan Polri, tak kurang dari sekitar 1085 orang WNI di tanah air mendukung dan menjadi simpatisan ISIS, namun tak semua mujahid di Indonesia setuju dengan pergerakan kelompok yang berada di Irak dan Suriah tersebut.

Salah satu yang aktif menentang organisasi ISIS, dan berkampanye untuk menolak ISIS, adalah Abu Tholut alias Imron Baehaqi yang merupakan mantan anggota markaziah JI dan juga mantan ketua Mantiqi III JI.

Abu Tholut sejak 20 Oktober lalu hingga saat ini berstatus menerima pembebasan bersyarat setelah menjalani dua pertiga masa hukuman setelah dia dijatuhi vonis 8 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Oktober 2011 lalu.

Ini adalah pemidanaan yang kedua baginya. Pada Mei 2004 silam Pengadilan Jakarta Timur sudah memberi vonis penjara delapan tahun untuk Abu Tholut dipotong masa tahanan. Dia bebas pada Agustus 2007 karena kepemilikan senjata api dan bom di Sri Rejeki, Semarang Barat.

"Khilafah ISIS itu aliran khawarij yang suka melakukan takfiri (mengkafirkan kelompok yang bukan kelompoknya) dan bukan ahlus sunah wal jamaah. Komandan Jhabat al Nusrah (JN) mereka bunuh karena dia di luar ISIS padahal dia juga berperang melawan tentara Syiah Bahsar Al Asad," kata Abu Tholut, Senin (4/1/2016).

Mantan alumni kamp JI di Afganistan seangkatan dengan Mukhlas (terpidana bom Bali 2002 yang telah dieksekusi mati itu) ini menceritakan karena dia memilih untuk berseberangan dengan ISIS maka dia pun telah dijauhi oleh napi-napi kasus terorisme semasa dia masih mendekam di Lapas Cipinang dan LP Kedung Pane, Semarang.

"Teman-teman ISISer (pendukung ISIS) saat saya masih di Cipinang dan lalu Kedung Pane juga sudah mengkafirkan yang lain. Mereka tidak mau salat berjamaah di masjid-masjid LP dengan alasan masjid dhiror. Kalo salat berjamaah disitu cacat akidahnya," urainya.

Padahal, napi-napi itu, tak lain dan tak bukan, di masa lalu, merupakan rekan seperjuangan dan semanhaj dengan Abu Tholut. Menurutnya mereka itu adalah Ubaid, Abu Dujana, Munzib, dan Amman Abdurrahman.

"Muaranya ya kelompok khawarij itu. Mereka mentakfirkan orang lain hanya berdasarkan perkiraan saja. Saat saya mengatakan ISIS batil bukan berarti saya otomatis mendukung JN yang terkait Al Qaidah loh," ingatnya.

JN adalah kelompok milisi yang telah berbaiat setia kepada pemimpin Al Qaidah, Ayman al-Zawahri, dan kini sedang bertempur di Suriah melawan Presiden Bashar Assad. Kelompok milisi ini didirikan oleh Abu Muhammad al-Jaulani.

Mereka juga beberapa kali terlibat konflik dengan ISIS. Ada beberapa WNI telah mengklaim bergabung dengan JN. Salah satunya adalah putra Abu Jibriel, Ridwan Abdul Hayie yang meregang nyawa dalam pertempuran di Kota Idlib, Suriah, pada Maret 2015 lalu.

Abu Jibriel adalah tokoh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), yang pernah dikaitkan peristiwa terorisme di Malaysia.

Seperti diberitakan, di Indonesia, dibanding ISIS, JN pada umumnya lebih didukung oleh JI. Gara-gara pro dan kontra terhadap ISIS juga merembet sampai ke Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang dipimpin Abu Bakar Ba'asyir.

Banyak anggota JAT yang menolak pergerakan ISIS di Indonesia dan selanjutnya mereka mendeklarasikan Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) dipimpin Muhammad Achwan sejak Agustus 2014 lalu. (ry)


Cari berita terkait lainnya. Silahkan Klik DISINI / DISINI


Sumber: beritasatu.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wanita Inggris yang Bergabung dengan ISIS Kehilangan Banding atas Pencabutan Kewarganegaraan
Ditengah Duka Gempa Turki-Suriah, 53 Orang Tewas Diberondong Peluru ISIS di Suriah
BMKG: Gelombang 1,25 hingga 2,5 Meter Berpeluang Terjadi, Masyarakat Pesisir Diminta Waspada
Perang Ukraina dan Krisis Utang di Negara-negara Berkembang yang Makin Mengkhawatirkan
Krisis Ukraina Berimbas pada Kenaikan Harga Emas
Media Rusia: Media Barat Terjerat Misinformasi Tentang Krisis Ukraina yang Mereka Tulis Sendiri
komentar
beritaTerbaru