Rabu, 19 Agustus 2026 WIB

Polres Meranti Bekuk Penadah Barang Curian

TO Sekitar 5 Bulan Lalu.
- Kamis, 22 Oktober 2015 17:10 WIB
603 view
Polres Meranti Bekuk Penadah Barang Curian
Hen (33) merupakan tersangka penadah barang curian.
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Hen (33) warga Jalan Ibrahim, Kampung Baru, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebingtinggi Kepulauan Meranti, harus berurusan dengan aparat kepolisian. Ia ditangkap jajaran Sat Reskrim Polres Meranti di rumahnya, Rabu (21/10) dinihari sekitar pukul 2.00 WIB, karena sebagai penadah barang curian.

Dari tangan tersangka, polisi berhasilĀ  mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa 1 unit laptop merek Tosibah, 9 jam tangan berbagai jenis, 8 unit Handphon berbagai merek, 1 buah kompor elektronik, 3 unit flashdish, 2 unit modem, 4 paket sabu ukuran kecil, dan 5 paket daun ganja kering.

Kapolres Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, tertangkapnya tersangka tersebut, merupakan pengembangan atas pengakuan para tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) dan tersangka pencurian dengan kekerasan (curas) yang sudah ditangkap sebelumnya.

Lanjutnya, penangkapan tersangka berkat informasi masyarakat bahwa di rumahnya sering keluar masuk sepeda motor. Dari situ, anggotanya melakukan pengintaian dan saat itu tersangka berada di dalam rumahnya sambil menunggu rekannya yang ingin menjual barang hasil curian.

"Kita melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Ketua RT setempat yakni pak Zaija. Tersangka sempat melakukan perlawanan saat akan ditangkap," jelas Pandra, Kamis (22/10).

Dikatakan Pandra juga, tersangka merupakan Target Operasi (TO) Polres Meranti sekitarr lima (5) bulan lalu, pasca pengakuan para tersangka curat dan curas yang telah meresahkan warga Selatpanjang selama ini.

"Jadi barang curian itu dia (tersangk) beli dengan harha murah. Bahkan dibarternya dengan narkoba. Laptop dibeli dengan harga Rp200 ribu," terangnya.

Selain penadah, Kata Pandra, tersangka juga merupakan residifis kasus narkoba hingga sempat mendekam dalam penjara 6 tahun.

Hen, bapak tiga anak ini kepada awak media mengaku nekad menjalankan bisnis ilegal tersebut, dengan alasan membantu kawan.

"Saya hanya membantu kawan. Praktek ini saya lakukan, karena alasan kebutuhan ekonomi," kata Hen.

Guna penyidikan lebih lanjut, tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Meranti. Tersangka dijerat dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun.(Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Apresiasi Miftahul Hidayah, Dorong Pesantren Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak
Pabrik Miras di Bogor Didemo ormas Islam Buntut Skandal Penistaan di Event The Sounds Project, Sepakat Berhenti Beroperasi 7 Hari
Satlantas Polres Inhil Pasang Spanduk Larangan Balap Liar di Parit 19 dan 21
Bupati Herman Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI Secara Virtual
Wakapolres Inhil Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Batang Tuaka, Wujudkan Kehadiran Negara di Wilayah 3T
Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan
komentar
beritaTerbaru