Apel Gabungan Ops Ketupat Lancang Kuning 2026 Digelar di Kateman, Siap Amankan Idul Fitri
Indragiri Hilir Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama perayaan Idul Fitri 2026, jajaran Pol
Artikel
JAKARTA (Pesisirnews.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (10/1) dikabarkan menangkap Gubernur Papua Lukas Enembe saat sedang makan di salah satu restoran di Jayapura.
Namun, setelah dibawa ke Jakarta, pemeriksaan terhadap LE ditunda karena yang bersangkutan perlu mendapat perawatan medis.
Hal itu disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri yang mengatakan, pemeriksaan Gubernur Papua LE ditunda. Pasalnya, dokter dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, memutuskan untuk merawat LE terlebih dahulu.
Baca Juga:
"Yang pasti, begitu perawatannya sudah memungkinkan selesai. Pasti kita akan lakukan pemeriksaan di KPK," ujar Firli dalam jumpa pers di RSPAD, Selasa (10/1).
Firli pun mengaku tidak tahu sampai kapan LE harus dirawat oleh dokter. Selain itu, dia juga tak membocorkan perihal kendala kesehatan LE, sehingga memerlukan perawatan dokter.
Baca Juga:
"Saya enggak bisa mengatakan keluhannya apa. Karena itu ada kode etik, etik kedokteran," ucapnya.
Jika sudah memungkinkan untuk diperiksa, Firli mengatakan, maka LE akan langsung diperiksa KPK. "Kita tunggu bagaimana kondisi setelah perawatan oleh RSPAD. Kalau seandainya besok sudah memungkinkan, ya besok segera kita laksanakan," kata Firli.
[br]
Sebagaimana telah diberitakan, tersangka suap dan gratifikasi Gubernur Papua LE telah dijemput paksa KPK, Selasa (10/1/2023). Tim Pengacara LE mengatakan, tersangka LE ditangkap saat berada di Rumah Makan Sendok Garpu, Papua, pukul 10.00 WIT (08.00 WIB).
"Kami tahu itu, (ditangkap, red) di Sendok Garpu, kira-kira pukul 10.00 WIT. Jadi, tadi dari Sendok Garpu dibawa ke Mako Brimob dulu," kata Roy Rening, Tim Pengacara LE saat konferensi pers di Jayapura, Papua, Selasa (10/1/2023).
Tapi, kata dia, tersangka LE tidak sempat ditemui di Mako Brimob, Polda Papua.
"Setelah itu, kami sampai lagi di Bandara (Sentani), mau lima menit informasi lagi, bapak sudah terbang. Kira-kira pukul 2.00 siang," kata dia lagi.
Dia mengatakan, tidak tahu jumlah aparat KPK untuk menjemput paksa kliennya, LE. Bahkan, anggota Tim Pengacara juga tidak tahu LE sedang bersama siapa saat dijemput paksa. (PNC/KBRN)
Indragiri Hilir Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama perayaan Idul Fitri 2026, jajaran Pol
Artikel
Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu dengan
Hukrim
Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis s
Hukrim
Indragiri Hilir Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indragiri Hilir terus melakukan penanganan terhadap perkara dugaan tindak pi
Artikel
Indragiri Hilir Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman menggelar kegiatan ramah tamah bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan K
Artikel
Indragiri Hilir Personel Polsek Tempuling bersama tim gabungan melaksanakan kegiatan pendinginan pada titik hotspot yang terpantau melal
Artikel
Indragiri Hilir Polres Indragiri Hilir menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Bidang Operasional dalam rangka kesiapan pelak
Artikel
Tempuling Peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi pada Rabu (04/03/2026) sekira pukul 11.00 WIB di Lr. Binjai RT.002/RW
Artikel
Sei Salak Polsek Tempuling bergerak cepat menangkap ES (30), pelaku penganiayaan berat terhadap seorang pelajar berinisial RC (18) di Indra
Hukrim
TEMBILAHAN (4 Maret 2026) Menunjukkan dedikasi dan respon cepat terhadap musibah yang menimpa warganya, Bupati Indragiri Hilir (Inhil),
Artikel