Kamis, 16 April 2026 WIB

Dugaan Pencabulan 4 Ustadz Terhadap Belasan Santriwati yang Ditutupi Telah Dilaporkan ke Polisi

- Kamis, 30 Juni 2022 14:37 WIB
1.315 view
Dugaan Pencabulan 4 Ustadz Terhadap Belasan Santriwati yang Ditutupi Telah Dilaporkan ke Polisi
Megawati, pengacara korban kasus dugaan pencabulan santriwati, di Polda Metro Jaya. (Foto: Kumparan/Jonathan Devin) 

DEPOK (Pesisirnews.com) - Seorang wanita bernama Megawati yang mengaku sebagai kuasa hukum dari 3 orang santriwati korban dugaan pencabulan mendatangi Polda Metro Jaya, Rabu (29/6). Kedatangannya untuk melaporkan 4 orang ustadz di salah satu pesantren di Depok atas dugaan pencabulan.

Melansir Kumparan, Kamis, laporan tersebut diterima di SPKT Polda Metro Jaya yang terbagi dalam 3 Laporan Polisi terpisah. Yakni laporan nomor: LP/B/3082/VI/SPKT/PMJ; LP/B/3083/VI/SPKT/PMJ; dan LP/B/3084/VI/SPKT/PMJ.

Dalam ketiga laporan itu, terduga pelaku dituding melanggar pasal yang sama yakni Pasal 76 E Jo Pasal 82 dan atau Pasal 76 D Jo Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak.

Baca Juga:

"Pelakunya ada 5 orang dari pondok pesantren itu. Empat ustaz, 1 kakak kelas mereka yang di bawah umur," kata kuasa hukum korban, Megawati kepada wartawan.

Diminta jangan lapor ke orangtua

Baca Juga:

Megawati menyebut, diduga aksi para pelaku itu telah berlangsung selama satu tahun terakhir. Namun, aksi tersebut baru terungkap sepekan yang lalu, karena para korban sempat mendapat ancaman dari pihak pondok pesantren supaya tidak melaporkan apa yang mereka alami ke orangtuanya dan ke aparat penegak hukum.

"Anak-anak itu sudah lapor ke pihak pondok pesantren, ke kepala santriwati dan tanggapannya bahwa di situ sebagai ancaman dibilang bahwa 'jangan kasih tahu sama ibu kamu ya, kasian nanti ibu kamu malah kepikiran'," ujar Megawati.

"Nah, jadi kita baru tahu kasusnya setelah anak itu pulang dari pondok di jemput orang tuanya," tambahnya.

[br]

Para santriwati itu mengaku mendapatkan perlakuan bejat dari para pelaku di salah satu ruangan di pondok pesantren itu. Mereka awalnya dipanggil untuk masuk ke dalam ruangan itu.

"Jadi setiap malam mereka datang ke kamar itu dan dibekap dan dilakukan itu (pencabulan). Dan ada yang di kamar mandi, ada yang di ruangan kosong," beber dia.

Namun hingga saat ini, lanjut Megawati, baru ada 3 orang yang berani membuat laporan polisi terkait hal tersebut. Megawati sendiri belum mengungkap identitas terduga pelaku.

"Dari 11 orang yang dilecehkan, yang berani untuk speak up hanya 5 orang, tapi sekarang yang diperiksa baru 3 orang. Potensi korban lain ada. Ada dua korban lain insyallah akan diselidiki. Besok dengan tim lawyer baru mau merapat ke rumah korban, kebetulan baru dapat alamatnya," pungkasnya. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sempat Viral di Medsos, Tindak Kekerasan Bersajam Diduga Oknum EVP PLN di Depok Berakhir RJ
Korban Kebakaran: Kami Tak Sendiri, Terimakasih IKA SMAN 1 Tembilahan
Petugas BPBD Inhil Evakuasi Korban Laka Laut di Perairan Sungai Dusun
Idul Adha, Polres Inhil Potong Kurban 7 Sapi dan 2 Kambing
Bupati Inhil Tinjau Hewan Kurban Bantuan Presiden dan Gubernur, Siap Berlebaran Bersama Masyarakat di Sungai Guntung
Wakil Bupati Inhil Salurkan Bantuan Pada Masyarakat Terdampak Banjir Di Lahang Hulu
komentar
beritaTerbaru