Minggu, 19 April 2026 WIB

Oknum Ustaz Ketahuan Sebar Hoax Babi Ngepet, ‘Babi Ngepet’ Dibeli Seharga Rp 1,1 Juta

- Kamis, 29 April 2021 20:32 WIB
1.152 view
Oknum Ustaz Ketahuan Sebar Hoax Babi Ngepet, ‘Babi Ngepet’ Dibeli Seharga Rp 1,1 Juta
Ustaz Adam Ibrahim jadi tersangka hoax babi ngepet di Depok. (Bagus/detikcom)

DEPOK, Pesisirnews.com - Kabar mengenai tertangkapnya seekor babi ngepet di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok belum lama ini membuat heboh warga setempat. Video babi ngepet pun viral di jagat maya setelah di unggah ke media sosial.

Polresta Depok lalu melakukan pendalaman dan berhasil mengungkap cerita soal babi ngepet atau babi jadi-jadian yang menghebohkan warga Bedahan, Sawangan, ternyata cuma rekayasa.

Pelakunya tak lain adalah Ustaz Adam Ibrahim, yang pertama menyebarkan berita hoax dan kini telah ditangkap. Cerita itu direkayasa oleh Adam Ibrahim dan 8 orang lainnya. Namun, sejauh ini baru Adam Ibrahim yang ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga:

"Kami sampaikan semua yang sudah viral tiga hari sebelumnya itu adalah hoax, itu berita bohong. Kejadiannya tidak seperti apa yang diberitakan," ujar Kapolresta Depok Kombes Imam Edwin Siregar dalam jumpa pers di Polresta Depok, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (29/4/2021).

Imam menjelaskan ihwal cerita soal babi ngepet ini. Cerita bermula, tersangka bernama Adam Ibrahim ini menerima laporan terkait adanya sejumlah warga yang kehilangan sejumlah uang.

Baca Juga:

"Cerita ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang Rp 1 juta, ada yang Rp 2 juta," katanya.

Dari situ, Adam Ibrahim dan delapan orang lainnya kemudian bekerja sama. Mereka lantas mengarang cerita soal adanya babi ngepet ini.

"Tersangka ini bekerja sama dengan kurang-lebih delapan orang, mengarang cerita tersebut, seolah-olah babi ngepet itu benar. Ternyata itu rekayasa tersangka dan teman-temannya," jelasnya.

Kepada warga, Adam Ibrahim menggambarkan babi ngepet itu berkalung dan kepalanya diikat tali merah.

[br]

Beli ‘babi ngepet’ seharga Rp 1,1 juta

Lalu dari mana asal-usul babi itu?

"Tersangka merekayasa dengan memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang," ujar Kapolres Depok.

Imam mengatakan Adam Ibrahim patungan bersama temannya untuk membeli 'babi ngepet' ini. "Berdua patungannya, yang tersangka ini dengan satu lagi temannya," ucapnya.

Sementara itu, tersangka Adam Ibrahim mengaku membeli 'babi ngepet' itu secara online. 'Babi ngepet' itu tiba pada pukul 23.00 WIB di rumahnya.

"Kita beli di online Rp 900 ribu dan ongkos kirim ada dan dikirim tepat pada jam 11.00 malam," kata Adam Ibrahim.

Adam Ibrahim kemudian melepas babi itu. Setelah itu, dia dan teman-temannya menunggui babi itu lewat untuk menangkapnya.

"Babi itu datang dilepas di depan rumah saya dan kita nungguin babi itu untuk datang, karena posisinya dilepas, babi itu sangat mudah untuk jalan ke yang disediakan," jelasnya.

[br]

Adam Ibrahim mengaku dirinya sengaja merekayasa soal babi ngepet itu. Adam Ibrahim terpikir untuk membuat isu soal babi ngepet untuk meredam keresahan warga yang kehilangan uang beberapa hari terakhir.

"Sebab laporan yang hilang sehingga timbul di hati dan pikiran saya mengadakan hal tersebut (babi ngepet) agar selesai permasalahan yang ada di tempat kita," katanya.

Namun akhir cerita rekayasa itu tidak sesuai harapannya. Kejadian itu kemudian menjadi viral sehingga warga ramai datang.

"Namun pada akhirnya semua berjalan dalam keadaan yang salah. Saya akui itu kesalahan yang fatal," katanya.

Atas kejadian itu, Adam Ibrahim meminta maaf telah membuat warga resah.

"Atas kejadian ini saya mohon maaf, terutama kepada warga Bedahan, untuk seluruh warga Indonesia dan ini bukan pengalihan isu atau apa pun. Ini rekayasa saya pribadi untuk menyelesaikan apa yang diskusikan kepada saya tentang kejadian hilang itu tidak ada lagi," katanya.

Adapun dari keterangan polisi, motif Adam merekayasa hoax babi ngepet agar dirinya terkenal.

"Tujuan mereka supaya lebih terkenal di kampungnya," kata Kapolresta Depok.

Sumber: (detik.com)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Oknum Perwira Polisi Polda Riau Ditangkap Dugaan Gelapkan Mobil Rental
Diduga Jadi Otak Pengeroyokan Wartawan di Samosir, Ketum IWO : Tangkap Oknum Kadis berinisial RL
Dua Oknum Wartawan Di Inhil Ditangkap Polisi, Kasus Pemerasan
8 Organisasi Pers Gelar Deklarasi Kecam Aksi Pemerasan oleh Oknum Wartawan
Jaksa Tahan Oknum ASN di Setwan Riau atas Dugaan Korupsi di BJB Cabang Pekanbaru
Polisi Buru Oknum Diduga dari Perguruan Silat yang Terlibat Bentrok dengan Warga, 3 Orang Terluka
komentar
beritaTerbaru