Jumat, 30 Oktober 2026 WIB

Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Bank Riau-Kepri Mendadak Gangguan Jiwa, Benarkah??

- Kamis, 07 Februari 2019 15:21 WIB
692 view
Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Bank Riau-Kepri Mendadak Gangguan Jiwa, Benarkah??

Pesisirnews.com - Muhammad Duha tersangka korupsi kredit fiktif di Bank Riau-Kepri Cabang Rokan Hulu, Riau, mendadak mengalami gangguan jiwa. Padahal, selama jalani pemeriksaan, Duha dalam kaadaan sehat-sehat saja.

"Surat pernyataan gangguan jiwa ini dikeluarkan pihak rumah sakit jiwa Pekanbaru," kata Humas Kejati Riau, Muspidauan kepadadetikcom, Kamis (7/2/2019) seperti dilansir dari detikcom.

Menurut Muspidauan, surat keterangan gangguan jiwa ini diberikan dari pihak keluarganya ke jaksa. Padahal dalam waktu dekat, kasus dugaan korupsi ini akan memasuki tahap II atau segera disidang.

Baca Juga:

"Jadi keluarganya yang membawa surat keterangan gangguan jiwa tersangka. Ya padahal kasusnya sudah mau masuk tahap II," katanya.

Padahal selama ini, kata Mus, kondisi tersangka M Duha dalam keadaan sehat selama jalani pemeriksaan. Dia mengatakan, dalam pemeriksaan selama ini tidak ada menunjukkan tanda-tanda mengalami gangguan jiwa.

Baca Juga:

"Saat kita lakukan pemeriksaan terkait kasusnya, tersangka Duha sehat-sehat saja. Tapi pihak keluarganya yang melakukan pemeriksaan ke RSJ Pekanbaru justru mengeluarkan surat gangguan jiwa," kata Mus.

Kasus dugaan korupsi ini, kata Mus, terjadi di Bank Riau-Kepri Cabang Dalu-dalu Kabupaten Rokan Hulu. Dalam kasus ini ada 5 tersangka, termasuk Duha yang kini diklaim keluarganya alami gangguan jiwa.

Dalam kasus ini, jaksa mengendus ada penyelewengan dana sebesar Rp 32 miliar. Para tersangka melakukan kredit fiktif dengan cara meminjam KTP para perserta pengajian dan kelompok tani. Kredit fiktif di Bank milik Pemprov Riau dan Kepri itu terjadi dari tahun 2010 hingga 2014. Dana yang dicairkan dalam kredit fiktif Rp 43 miliar dengan 110 debitur. Para debitur hanya dipakai KTP-nya untuk bisa dicairkan dana kredit.

Kredit yang mestinya jatuh ke tangan warga, ternyata dipergunakan para tersangka. Warga yang telah memberikan KTP-nya hanya diberikan Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu. Belakangan dana kucuran kredit ini macet yang ditindak lanjuti pemeriksaan oleh tim jaksa. Diketahui dana yang dikucurkan ternyata bukan untuk kelompok tani, tapi disalahgunakan para tersangka.(***)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lindungi Generasi Muda dari Narkoba, Wakapolda Riau Hadiri Deklarasi Rupat Utara Bersinar
Polda Riau Musnahkan 100,55 Kg Narkotika, 467 Ribu Jiwa Diperkirakan Terselamatkan
Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap
Kapolda Riau Ajak Wartawan Perkuat Sinergi, Berantas Narkoba hingga Cegah Konflik Sosial
Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
Ayah Korban Minta Keadilan, Dugaan Pemerkosaan di Tembilahan Masuk Penyelidikan Polisi
komentar
beritaTerbaru