Kamis, 14 Mei 2026 WIB

Satu Unit Speedboat Bantuan Kemenkes Tak Berfungsi

- Selasa, 01 Desember 2015 16:11 WIB
648 view
Satu Unit Speedboat Bantuan Kemenkes Tak Berfungsi
Speedboat hibah dari Kementerian Kesehatan untuk Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti, yang mangkrak di Pelabuhan Dinas Kelautan dan Perikanan, Selatpanjang.
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Hingga kini, satu unit speedboat bantuan Kementerian Kesehatan tahun 2012 yang diperuntukan bagi Puskesmas Bandul sebagai pelayanan kesehatan keliling tidak dapat difungsikan, karena tidak sesuai dengan spesifikasi wilayah daerah ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Misri Hasanto melalui Kabid Kesehatan, Ade Suhartian mengatakan, satu unit speedboat tersebut telah dikembalikan dari Puskesmas Bandul dan diparkir di Pelabuhan Dinas Kelautan dan Perikanan, Selatpanjang.

"Ditarik kembali pada 2012 hingga sekarang kita parkirkan di pelabuhan," kata Ade, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Ade, sejumlah penyebab sehingga speedboat tersebut tidak bisa dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan keliling. Speedboat dimaksud spesifikasinya dinilai lebih cocok untuk danau, sehingga medannya tidak cocok untuk wilayah perairan seperti di Kepulauan Meranti.
 
Sejak dilakukan serah terima dari pusat ke daerah, Lanjut Ade, speedboat menggunakan mesin dalam merek Mercure itu tak bisa dihidupkan. Setelah dilakukan perbaikan beberapa kali dan sempat  dioperasikan di Puskesmas Bandul. Namun tidak cocok untuk digunakan di perairan. Ukuran speedboat sangat kecil sehingga saat menaikkan pasien, speedboatnya oleng.

"Kita datangkan teknisinya langsung dari pabrikan yakni Mr Work, warga negara Jerman. Tapi speedboat itu bukan digunakan untuk laut, tapi di danau. Sehingga kalau kita pakai goyang-goyang. Kata masyarakat, kalau ini dipaksakan terus dipakai justru orang sehat yang jadi korban," ujarnya.

Selain speedboat menggunakan mesin dalam, biaya pemeliharaannya agak tinggi sehingga jika terjadi gangguan agak sulit untuk memperbaikinya, "Suku cadang sulit karena tidak ada mesinnya di sini. Selain itu, kita tidak menganggarkan untuk biaya perawatan speedboat tersdebut," katanya.

Kata Ade, pihak Kementerian Kesehatan mendatangkan speedboat dengan spesifikasi danau itu, sebelumnya tidak pernah berkoordinasi dengan pihak daerah. Pada hal sangat jelas-jelas bahwa karakter wilayah antara pantai dengan danau sangat berbeda.

"Memang kita membutuhkan alat angkutan pelayanan kesehatan laut, tapi bukan seperti itu. Kami sendiri tidak tahu, tiba-tiba datang dilakukan serah terima. Kabarnya, speedboat itu dibawa dari Jakarta menggunakan mobil book setelah sampai di Pekanbaru, lalu ditarik menggunakan kapal ke Selatpanjang," paparnya.
 
Pihaknya mengaku sudah menyampaikan ke Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Namun hingga saat ini, Ade mengaku belum ada konfirmasi balik dari pihak Kementerian Kesehatan.  Untuk mengubah speedboat tersebut mengikuti spesifikasi wilayah  juga tidak mungkin, karena barang tersebut diadakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
"Susah untuk difungsikan. Semua teknisi yang ada di Selatpanjang angkat tangan untuk memperbaikinya. Masyarakat protes karena sangat tidak cocok. Akhirnya kita parkiran begitu saja. Dan memang tidak ada anggaran untuk melakukan perbaikan," kata Ade sembari mengaku tidak tahu nilai APBN yang dialokasikan Kementerian Kesehatan untuk pengadaan satu unit speedboat dimaksud.
 
Sebelumnya, Dinas Kesehatan sudah pernah mengadakan sendiri angkutan air untuk pelayanan kesehatan di sejumlah puskesmas. Dan hingga saat ini masyarakat menggunakannya terasa lebih nyaman.

"Kalau yang kami punya ada, kami beli sendiri. Kami beli sendiri sesuai spesifikasinya. Justru itu yang lebih bagus digunakan, meskipun speedboat hibah dari kemenkes lengkap dengan peralatan gawat darurat serta pelampung dan lainnya," ungkapnya mengakhiri.(Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil, Herman Harapkan GP Ansor Jadi Garda Persatuan dan Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Nelayan Diamankan Polisi dengan 6,21 Gram Sabu
Wakil Bupati Inhil Yuliantini Terima Kunjungan Study Tour SDN 10 Pengalihan Keritang
Wabup Yuliantini Ikuti Peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi Secara Virtual
Sekdakab Inhil Hadiri Pelantikan Pengurus DPC IKA UIR Periode 2025–2030
Polsek Pelangiran Bersama Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan di Desa Hidayah
komentar
beritaTerbaru