Jumat, 12 Juni 2026 WIB
Dianggap Sebagai Ajaran sesat

Ulama dan Tokoh Masyarakat se-Sumatera Barat Sepakat Tolak Syiah

- Minggu, 05 April 2015 21:39 WIB
3.315 view
Ulama dan Tokoh Masyarakat se-Sumatera Barat Sepakat Tolak Syiah
Sejumlah Ulama dan tokoh masyarakat se-Sumatera Barat.
BUKITTINGGI, PESISIRNEWS.COM – Sejumlah Ulama dan tokoh masyarakat se-Sumatera Barat menggelar diskusi ilmiah tentang ajaran Syiah melalui pandangan 'Ahlusunah Wal Jamaah', di Auditorium Perpustakaan Bung Hatta, Sabtu (4/4/2015) kemarin. Diskusi ini bertujuan untuk menyikapi permasalahan dan penyebaran ajaran Syiah di Indonesia.

Kegiatan yang digelar selama 2 hari ini terhitung mulai 4 hingga 5 April 2015 dihadiri sebanyak 350 orang dari Kota Payakumbuh, Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, Sawahlunto, dan Padang, serta Kabupaten Sijunjung dan Solok.

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Yonni Putra yang merupakan Ketua Forum Mubaligh Kabupaten dan Kota Solok menjelaskan bahwa  acara dibuka oleh Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar serta Ketua MUI Bukittinggi.

"Acara dilaksanakan atas prakarsa gabungan ormas-ormas Islam, seperti MUI Bukittinggi dan difasilitasi oleh pemerintahan daerah (Pemda) Bukittinggi " jelasnya.

Ustad Yonni juga menyatakan bertitik tolak dari fakta bahwa ajaran syi'ah menurut keyakinan umat Islam dan kesepakatan para ulama serta tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut disepakati bahwa ajaran syi'ah merupakan paham yang menyimpang dari Al qur'an dan Sunah. Serta dibuatkan pernyataan sikap bersama.

Terkait keberadaan syi'ah di Sumatera Barat sudah banyak, yang terbanyak di Kota Padang, Kota Bukittinggi dan saat ini sudah mulai masuk ke Kabupaten dan Kota Solok. Mereka dalam upaya menyebarkan faham syiah memberikan dan mengirimkan buku-buku syi'ah ke perpustakaan di Kota Solok, tetapi tanpa alamat pengirim.

"Untuk di Sumatera Barat belum  ada ormasnya, karena ustadnya masih sembunyi-sembunyi dalam melakukan kegiatan. Tetapi saksi-saksi yang mengatakan siapa-siapa saja yang mengikuti faham syiah sudah ada," tegasnya.

Ia juga menghimbau kepada para da'i, mubaligh, dan ninik mamak, untuk menjaga diri, anak dan saudara dari kesesatan ajaran syi'ah ini. Sebab ajaran ini di samping menyimpang juga, membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Selalu hadiri acara atau kegiatan kajian-kajian Islam dan jangan malas untuk terus belajar agama Islam," ulasnya.

Sementara itu, Isi pernyataan sikap bersama tentang menyikapi syi'ah yang dibacakan oleh Buya DR Hidayatullah Lc Ma, Ketua MUI Sawahlunto saat penutupan acara adalah, menyikapi kelompok syi'ah di Indonesia semakin berani dan semakin masif, mempropagandakan paham lewat ajarannya, lewat segala macam cara, diantaranya dengan bertaqiyah, menampakkan ketidaksesuaian dengan kenyataannya baik melalui pendidikan sosial kemasyarakatan dan politik.

Bahwa telah terjadi keresahan di berbagai daerah yang menimbulkan konflik horizontal yang potensial membahayakan NKRI, sebagai akibat prosgresivitas penyebaran syi'ah.

"Maka dengan mengucapkan Bismilahirahmanirrohim dan bertawakal hanya kepada Allah, kami para ulama, tokoh masyarakat dan peserta diskusi, Ustad, Pimpinan Ormas Islam, Pondok Pesantren dan para pendakwah sepakat menyatakan komitmen dan tekad kami untuk menolak ajaran Syiah," ikrarnya.

Adapun isi pernyataan sikap tersebut, yakni:

1) Menjadikan forum diskusi ini sebagai wadah dakwah amar ma'ruf nahi mungkar untuk menolak ajaran dan gerakan syi'ah serta ajaran sesat lainnya di Sumbar.

2) Bersama-sama pemerintah daerah untuk mengantisipasi dan melarang penyebaran ajaran syi'ah dan ajaaran sesaat lainnya di Sumatra Barat.

3) Bersama-sama pemerintah, MUI, Dewan Dakwah, Alim Ulama, Ninik Mamak, Bundo Kandung, Tokoh Masyarakat serta Ormas untuk membentuk wadah penanggulangan ajaran syi'ah dan ajaran sesat lainnya.

4) Menyelamatkan NKRI dari ancaman syi'ah dan ajaran sesat lainnya. (YS)

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil Minta Seluruh Elemen Masyarakat Konsisten Laksanakan Gerakan Jum'at Bersih
Meriahkan Milad Ke-61 Inhil, Bupati Herman Buka Bupati Cup 2026
Meriahkan Milad Ke-61 Inhil, Bupati Herman Buka Bupati Cup 2026
Respon cepat Polsek Kateman atas pengaduan masyarakat lewat *medsos facebook* tentang dugaan Penyalahgunaan Narkotika di Ruko Salon WN Kel. Tagaraja K
Bupati Herman Sambut Kepulangan 307 Jamaah Haji Inhil di Embarkasi Batam
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Amankan Seorang Pengedar dan Sita 4,70 Gram Sabu
komentar
beritaTerbaru