Kamis, 27 Agustus 2026 WIB
Bisnis

Pengusaha Akui Penjualan Ritel Melesu Sejak 2,5 Tahun Lalu

- Jumat, 04 Agustus 2017 16:28 WIB
269 view
Pengusaha Akui Penjualan Ritel Melesu Sejak 2,5 Tahun Lalu
Liputan6.com

Jakarta, Pesisirnews.com - Penjualan ritel modern melesu pada tahun ini. Selain karena perkembangan industri e-commerce yang mengubah pola belanja masyarakat, penurunan daya beli masyarakat ikut menekan penjualan di sektor ini.‎

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, kelesuan penjualan ritel sudah terjadi sejak 2,5 tahun lalu. Ada berbagai hal yang menyebabkan penjualan tidak mampu tumbuh tinggi.

Baca Juga:

"Kondisi ritel saat ini sudah 2,5 tahun underperformance. Situasi itu yang membuat setiap peritel di Indonesia dalam kondisi terpuruk," ujar dia seperti dilansir dari Liputan6.com di Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Roy mengungkapkan, lesunya penjualan ritel tidak lepas dari tumbuh suburnya industri e-commerce seiring dengan perkembangan teknologi. Hal ini membuat masyarakat mengubah pola belanja dari yang sebelumnya datang ke pusat belanja, kini lebih memilih memesan barang kebutuhan melalui e-commerce.

Baca Juga:

"Ini salah satunya akibat perubahan perilaku konsumen, perubahan pola belanja mereka. Karena sudah banyak kemudahan-kemudahan sekarang ini. Perkembangan zaman, beli barang cukup dengan telepon, tanpa perlu antre, parkir," ujarnya.

Selain itu, penurunan daya beli masyarakat yang terjadi sekarang ini juga dianggap membuat penjualan di bisnis ritel semakin anjlok. Penurunan daya beli ini, kata Roy, tak lepas dari penyerapan tenaga kerja yang semakin rendah.

"Usia produktif ini harusnya tertampung oleh pekerjaan formal, sehingga mendapatkan upah yang layak. Tetapi kenyataannya, penyerapan tenaga kerja atas usia produktif sangat kecil, sehingga usia generasi ini tidak tertampung oleh pekerjaan yang formal, tetapi informal, yang pendapatannya hanya UMP atau berdasarkan komisi. Mereka terbanyak, tapi tidak memiliki daya beli," ucap dia.

Dengan demikian, meski jumlah penduduk Indonesia semakin besar, tutur Roy, kemampuan membeli masyarakat terus tergerus. "Biasanya belanja dengan kapasitas besar, sekarang basket size-nya kecil. Jumlah customer-nya bertambah karena populasi bertambah, tapi basket size yang mereka belanjakan kecil. Jadi basket size-nya tidak besar," ujar dia.

Sumber : Liputan6.com

SHARE:
beritaTerkait
Perkuat pelayanan ASN, Wakil Bupati Inhil terima kunjungan PT Taspen Pekanbaru
Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polda Riau Bagikan 2.500 Masker kepada Warga Pekanbaru
Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman dan Pendinginan Hotspot di Desa Kayu Raja
Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Yuliantini, hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Al Hidayah, Desa Gembira, Kecamatan Gaung
Kualitas Udara Inhil Tidak Sehat, Disdik Sesuaikan Kegiatan Pembelajaran di Sekolah
Bupati dan Wakil Bupati Inhil Hadiri Sinergitas Forkopimda dan Pengantar Tugas Kajari
komentar
beritaTerbaru