Selasa, 30 Juni 2026 WIB

Kebijakan Makro KADIN Bengkalis

- Rabu, 18 Juni 2014 08:35 WIB
803 view
Kebijakan Makro KADIN Bengkalis
Ketua KADIN Bengkalis MASHURI. SH
BENGKALIS, PESISIRNEWS.com- KADIN  kabupaten Bengkalis  akan mencanangkan 4 Cluster Produk untuk One Village One Product (OVOP). Seperti produk Lempuk Durian, Tenun, Produk pengolahan hasil perikanan serta dan Handycraft di tahun 2014, semangat Ovop ini mengacu pada Inpres nomor 6 tahun 2007 tangal 8 Maret 2007 tentang kebijakan percepatan disemua sektor.

OVOP  atau dikenal dengan Zona pengembangan ekonomi daerah (ZPED) adalah salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk membangun ekonomi suatu daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di masa depan. Pola pembangunan ekonomi dengan pendekatan Zona Pengembangan Ekonomi Daerah (ZPED), bertujuan:

Membangun setiap wilayah sesuai potensi yang menjadi keunggulan kompetitifnya/kompetensi intinya.
Menciptakan proses pembangunan ekonomi lebih terstruktur, terarah dan berkesinambungan.
Memberikan peluang pengembangan wilayah kecamatan dan desa sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini sejalan dengan strategi pembangunan yang umumnya dikembangkan oleh para ahli ekonomi regional dewasa ini. Para ahli sangat concern dengan ide pengembangan ekonomi yang bersifat lokal, sehingga lahirlah berbagai Strategi Pembangunan Ekonomi Lokal (Local Economic Development/LED).

"Kita dari Kadin Bengkalis harus pemberdayaan UMKMK guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil menengah supaya lebih di kenal di Indonesia dan kalo bisa hingga keluar negero," kata ketua kadin Bengkalis Masuri, SH saat berbincang-bincang Selasa (17/6/14) sore kemaren .

Sementara, Proses pencangan ini, telah melalui beberapa tahapan kegiatan. Kadin Bengkalis sudah  melakukan seperti, (1) Pendataaan UMKM dan IKM dari tahun 2012 hingga saat ini, (2) Promosi produk UMKM IKM Bengkalis sudah mengikuti pameran baik di dalam negeri maupun luar negeri seperti pameren di Beijing RRC (Cina), (3). Membuka jalur pemasaran produk seperti dibukanya Outlet di Pelabuhan roro Bengkalis, dan itu juga bekerja sama dengan Dewan perniagaan melayu malaka Malaysia, (4), Melakukan pembinaan dan peningkatan Iptek terapan tepat guna kepada UMKM dan IKM dengan membuka Klinik UMKM dan IKM di Kadin Bengkalis.

"Dari proses yang telah dilalui tersebut, Kadin Bengkalis akan mengkristalisasikan permintaan pasar Domestic dan global akan untuk produk, yang mana di sebutkan pada 4 cluster produk seperti diatas," ungkapnya.

Disamping itu, seperti hasil perikanan dan Handycraft, yang harus menjadi perhatian bersama,  semua stakeholder karena terjadi hukum pasar dimana lebih tinggi demana dari pada supply dan keberadaan bahan baku akan ke 4 cluster produk tersebut.

"Dengan kondisi seperti ini kadin  Bengkalis telah mencanangkan 4 Cluster produk dengan semangat Ovop, juga  sebagai bahan masukan dan akan mengajak pemerintah kabupaten Bengkalis untuk memfokuskan pada produksi Lempuk Durian serta Kain tenun," Ulasnya.

Sementara, demi mengembangkan wilayah dan potensi setiap Desa- Desa Bengkalis ini,  supaya ada kebanggaan warga Desa sendiri, dan ini juga demi mengembangkan sumber daya manusia yang berfikir global tetapi bertindak lokalAda dua stakeholder yang dapat dirangsang aktifitasnya untuk menciptakan produk-produk unggulan yang diharapkan menjadi kompetensi inti suatu cluster yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Wirausaha Mikro Swasta di desa..(yee)

SHARE:
beritaTerkait
Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau Ke-44, Kafilah Inhil Tampilkan Kekayaan Budaya Daerah
Sekitar 300 Kios dan 18 Unit Sepeda Motor Hangus Dilalap Si Jago Merah
Polres Indragiri Hilir Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan 200 Paket Bansos Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
Bupati Inhil Diwakili Asisten II Setda Inhil Hadiri Pekan Olahraga dan Bakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Inhil
H-1 Pembukaan MTQ Riau Ke-44, Bupati Inhil Tinjau Stand Bazar dan Minta Persiapan Dimaksimalkan
komentar
beritaTerbaru