Minggu, 25 Oktober 2026 WIB

Kelompok Ritel-Konsumen Muslim Malaysia Serukan Boikot Cadbury

- Sabtu, 31 Mei 2014 08:29 WIB
365 view
Kelompok Ritel-Konsumen Muslim Malaysia Serukan Boikot Cadbury

Kelompok Ritel dan Konsumen Muslim Malaysia menyerukan pemboikotan produk Inggris, Cadbury dan perusahaan induknya Mondelez International Inc, setelah pada dua jenis cokelat ditemukan mengandung DNA babi.

 

Cokelat Cadbury Malaysia ditarik dari pasaran, setelah temuan oleh pihak berwenang Malaysia --dalam uji acak-- dianggap mengandung DNA babi. Cadbury Malaysia hanya menjual produk ini di pasar lokal. Penjualan produk Mondelez di Malaysia adalah sebagian kecil dari sekitar 15 persen pendapatan perusahaan itu yang berasal dari kawasan Asia-Pasifik. Tetapi, kekhawatiran atas standar halal bisa membahayakan penjualan di pasar Muslim yang lebih besar, seperti Indonesia dan Timur Tengah.

Namun bukan hanya pada produk coklat, kelompok ritel Muslim Malaysia meminta agar pihak berwenang menghentikan penjualan semua produk yang dibuat oleh Cadbury, Mondelez dan raksasa makanan AS Kraft, yang mengakuisisi Cadbury pada tahun 2010 dalam kesepakatan senilai 19 miliar Dolar AS. Selanjutnya unit tersebut berganti nama menjadi Mondelez International Inc.

Baca Juga:

Aksi boikot

Kelompok Muslim mendesak Malaysia untuk melakukan aksi boikot. "Ini akan mengajarkan semua perusahaan di Malaysia untuk mempertahankan dan melindungi sensitivitas di Malaysia," tandas Sheikh Abdul Kareem Khadaied, kepala penelitian Asosiasi Konsumen Muslim Malaysia dalam sebuah konferensi pers di Kuala Lumpur.

Baca Juga:

Dia mengatakan perusahaan tersebut harus meminta maaf dan menarik
semua produk mereka secara sukarela."Ini adalah masalah yang terkait agama," tambahnya.

Cadbury kooperatif

Dalam sebuah pernyataan pekan ini Cadbury Malaysia mengatakan telah bekerja sama dengan Departemen Urusan Islam untuk memastikan bahwa produknya sudah memenuhi pedoman halal. Dikatakan lebih lanjut, pihak berwenang menjalankan tes lagi dan akan mengumumkan hasilnya dalam waktu sepekan. Seorang juru bicara untuk Cadbury Malaysia menolak untuk merespon ajakan boikot nasional.

Kelompok-kelompok ritel dan konsumen Muslim menyatakan alasan diperlukannya pemboikotan produk Cadbury dan produk lainnya karena kontaminasi tersebut diduga mungkin tak terbatas hanya pada dua jenis cokelat. "Meskipun hanya dua produk yang terdaftar sebagai produk terkontaminasi, tapi mekanisme yang sama digunakan untuk memproduksi produk lainnya, jadi ada keraguan dalam pikiran kita bahwa semua produk dapat terkena kontaminasi yang sama," tuding Bazeer Ahmad, penasihat Asosiasi Grosir dan Pedagang Ritel Muslim Malaysia.

ap/cp (rtr, ap
)

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Serahkan SHM Warga Transmigran, UPT Tiram Jaya Disiapkan Menjadi Dusun Mandiri
Dukung Program Prioritas Kapolri,Polri Bersama Masyarakat,Kapolres Inhil Serahkan Bantuan 3 (Tiga ) Mesin Katinting kepada Nelayan
Wakil Bupati Yuliantini Hadiri Pelepasan Jenazah H. Andi Rusli, Antarkan Hingga ke Pemakaman di Keritang
Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba
HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda
komentar
beritaTerbaru