Selasa, 30 Juni 2026 WIB

Tanahmerah Sambut Desa Bahari

Berbagai Persiapan Terus Dilakukan
- Minggu, 25 Oktober 2015 16:13 WIB
496 view
Tanahmerah Sambut Desa Bahari
Kepala Desa (Kades) Tanahmerah, Rusli.
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Berbagai persiapan terus dilakukan agar Tanahmerah benar-benar siap menjadi percontohan bagi desa lain. Hal ini sesuai wacana Penjabat (Pj) Bupati Meranti, Edy Kusdarwanto, untuk menjadikan Desa Tanahmerah, Kecamatan Rangsang Pesisir sebagai Desa Bahari.

"Persiapan memang harus dilakukan sekarang. Kita bahkan sudah menyiapkan lahan di beberapa tempat agar jika nanti ada bantuan fisik tidak menjadi kendala saat pembangunan dilaksanakan. Dan, kita juga sudah mendata jumlah seluruh nelayan di desa ini," kata Kepala Desa Tanahmerah, Rusli ketika ditemui dikediamannya, Sabtu (24/10) kemarin.

Tidak hanya menyiapkan lahan dan data, menurut Rusli, hal terpenting dilakukan adalah bagaimana memberdayakan masyarakat nelayan itu sendiri sebagai pelakunya langsung. Walaupun pada proses ini sangatlah sulit, tapi sebagai Kepala Desa ia akan terus berupaya.

"Kalau tidak begitu akan percuma, karena dalam konsep Desa Bahari masyarakat itu sendiri yang harus berperan langsung dan bukan sebagai objek saja," tambah Rusli.

Dia juga menilai bahwa wacana Pj Bupati menunjuk Tanahmerah sebagai Desa Bahari sangatlah tepat. Selain berbatasan langsung dengan Selat Malaka, hampir 70 persen masyarakat Tanahmerah dari 452 KK dengan jumlah penduduk sebanyak 1.810 jiwa, berprofesi sebagai nelayan. Sementara selebihnya bekerja sebagai petani kelapa dan karet.

Berdasarkan data sementara, kata Rusli, setidaknya terdapat sebanyak 224 jumlah nelayan rutin. Itu belum termasuk nelayan musiman seperti nelayan langgin yang jumlahnya mencapai ratusan. Nelayan langgin hanya beroperasi di seputar pantai dengan kedalaman air sekitar 1 meter. Nelayan musiman ini menangkap ikan dengan menggunakan alat tangkap yang didorong dengan tangan (langgin). Pekerjaan ini juga dilakukan berdasarkan musim.

Beda dengan nelayan rutin yang menggunakan alat tangkap jaring atau sejenisnya dan bisa menghasilkan tangkapan dalam skala besar.

"Sekarang kita mengupayakan agar nelayan terdaftar secara administrasi. Dan data ini saya buat karena masih ada yang menyangsikan kalau mayoritas masyarakat Tanahmerah adalah nelayan," pungkas dia.

Dia juga berharap pemerintah nantinya tidak hanya membangun fasilitas saja. Persoalan paling mendasar bagaimana membangun SDM yang ada, karena banyak potensi yang dapat dikembangkan ketika program Desa Bahari dijalankan. Sementara kreativitas masyarakat mulai mati akibat pola pikir yang terbangun adalah ingin isntan.(Adi)


Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI

SHARE:
beritaTerkait
Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau Ke-44, Kafilah Inhil Tampilkan Kekayaan Budaya Daerah
Sekitar 300 Kios dan 18 Unit Sepeda Motor Hangus Dilalap Si Jago Merah
Polres Indragiri Hilir Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan 200 Paket Bansos Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
Bupati Inhil Diwakili Asisten II Setda Inhil Hadiri Pekan Olahraga dan Bakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Inhil
H-1 Pembukaan MTQ Riau Ke-44, Bupati Inhil Tinjau Stand Bazar dan Minta Persiapan Dimaksimalkan
komentar
beritaTerbaru