Selasa, 30 Juni 2026 WIB

Di Dumai, Banyak Pengguna Elpiji 12 Kg Beralih ke 3 KG

- Selasa, 05 Mei 2015 23:50 WIB
474 view
DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Dampak kenaikan harga gas LPG 12Kg sejak beberapa waktu lalu, mengakibatkan beberapa usaha kelas menengah ke atas beralih menggunakan gas LPG 3Kg, sehingga mengakibatkan gas LPG 3Kg menjadi langka karena peminatnya yang saat ini menjadi lebih banyak dan membludak.

"Kini harga gas LPG 12Kg lebih mahal dibandingkan gas LPG 3Kg, sehingga mengakibatkan banyak usaha dengan golongan kelas menengah atas juga banyak beralih menggunakan gas elpiji 3Kg yang sebenarnya hanya diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga masyarakat dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Dumai Zulkarnaen, Selasa (5/5/2015).

Ditambahkannya, seharusnya adanya kenaikan harga gas LPG 12Kg juga harus disertai oleh adanya kenaikan harga gas LPG 3Kg. Hal tersebut menimbang agar adanya keseimbang, dan masyarkat yang memiliki ekonomi menengah keatas tetap menggunakan gas LPG 12Kg sehingga tak perlu beralih menggunakan gas LPG 3Kg yang semakin hari permintaan kebutuhannya semakin meningkat.

"Dari pihak Disperindag Kota Dumai sendiri, kami sudah mengajukan dan menyurati kepada Disperindag Provinsi Riau agar menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HETT) LPG 3Kg yang awalnya hanta Rp. 14.750 dinaikkan menjadi Rp. 18.000, tetapi sampai saat ini kami belum menerima balasan dari Provinsi, karena yang berhak menaikkan harga adalah Pemerintah melalui Disperindag Provinsi bukan dari Daperindag Kabupaten/Kota," jelasnya.

Rencananya, lanjut Zulkarnaen, Rabu (6/5) mendatang kami akan ke Pekanbaru untuk melakukan rapat terkait usulan penetapan HETT LPG 3Kg ke Disperindag Provinsi.

"Permintaan kenaikan harga gas LPG 3Kg ini merupakan berdasarkan hasil rapat Disperindag Kota Dumai dengan pihak agen di Kota Dumai dan SPBE di Kota Dumai untuk menaikkan harga gas LPG 3Kg menjadi Rp. 18.000 pertabungnya," ungkapnya.

Menurutnya, suplay gas LPG 3Kg perharinya saat ini hanyalah sebanyak 5.600 tabung perhari, sementara berdasarkan survey kebutuhan gas LPG 3Kg perharinya di Kota Dumai telah mencapai 7000 hingga 10.000 ribu tabung perhari.

"Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pendatang baru di Kota Dumai yang bekerja di perusahaan, banyak ya pasangan yang menikah dan dunia usaha baru khususnya dibidang Rumah Makan ataupun usaha makanan lainnya di Kota Dumai," paparnya.

Ditambahkannya, untuk mengurangi agar tidak adanya agen yang menjual gas LpG 3Kg ke pangakalan yang bukan dibawah naungannya, maka dalam minggu ini dari pihak SPBE sendiri akan memberikan tanda warna plastik yang berbeda di kepala tabung gas LPG setiap agen.

"Ini dilakukan agar para agen tidak bermain, dan tidak menjual gas LPG di daerah lain, sehingga inilah bentuk dan wujud pengawasan SPBE agar tidak ada terjadinya permainan di lapangan oleh agen, dan dari Disperindag sendiri akan senantiasa siap membantu jika memang dibutuhkan," tutupnya. (via)

SHARE:
beritaTerkait
Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau Ke-44, Kafilah Inhil Tampilkan Kekayaan Budaya Daerah
Sekitar 300 Kios dan 18 Unit Sepeda Motor Hangus Dilalap Si Jago Merah
Polres Indragiri Hilir Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan 200 Paket Bansos Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
Bupati Inhil Diwakili Asisten II Setda Inhil Hadiri Pekan Olahraga dan Bakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Inhil
H-1 Pembukaan MTQ Riau Ke-44, Bupati Inhil Tinjau Stand Bazar dan Minta Persiapan Dimaksimalkan
komentar
beritaTerbaru