Senin, 24 Agustus 2026 WIB

(MENRISTEK/DIKTI.prof Muh Nasir pendidikan agama tak penting

- Senin, 19 Juni 2017 15:22 WIB
754 view
(MENRISTEK/DIKTI.prof  Muh Nasir pendidikan agama tak penting

Makassar-- Menanggapi munculnya wacana penghapusan mata pelajaran agama di Indonesia, Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti ), Prof Muh Nasir, mengimbau kepada seluruh rektor di seluruh Indonesia untuk mengeyampingkan pendidikan agama di mata kuliah.

Hal tersebut diungkapkannya di sela-sela kegiatan deklarasi anti radikalisme PTN-KTI di baruga Prof Amiruddin Universitas Hasanuddin Kota Makassar, Jumat (16/6/2017).

Prof Muh Nasir mengatakan bahwa para mahasiswa wajib terlebih dahulu menimba ilmu pengetahuan sains dan teknologi dibandingkan ilmu pengetahuan agama.

Baca Juga:

" Di semester awal, saya imbau kepada seluruh rektor se-Indonesia untuk mengenalkan terlebih dahulu pengetahuan sains dan teknologi. Sementara mata kuliah pendidikan agama diberikan di semester-semster akhir saja, karena itu tidak terlalu penting,"ujarnya.

Selain dihadiri Menristek Dikti , deklarasi anti radikalisme PTN-KTI dihadiri juga Wakapolri, Komjen Syafruddin.(sumber.harianamanah.com)

Baca Juga:
SHARE:
beritaTerkait
BPBD Kabupaten Indragiri Hilir Catat 80 Titik Hotspot di 9 Kecamatan
Bupati Inhil Apresiasi Semangat Sportivitas pada Turnamen Futsal HUT RI ke-81
Kapolres Indragiri Hilir Bersama Dandim/0314 Inhil Pimpin Pemadaman dan Pendinginan Hotspot di Gaung,
Polda Riau Intensifkan Penanganan Karhutla, 313 Hotspot Terdeteksi di Wilayah Riau
Polda Riau Kerahkan Tim Kesehatan dan Trauma Healing ke Wilayah Terdampak Karhutla di Kerumutan
Bupati Inhil Dorong Optimalisasi Pelabuhan Pengumpan untuk Perkuat Ekonomi Daerah
komentar
beritaTerbaru