Sabtu, 27 Juni 2026 WIB

(MENRISTEK/DIKTI.prof Muh Nasir pendidikan agama tak penting

- Senin, 19 Juni 2017 15:22 WIB
749 view
(MENRISTEK/DIKTI.prof  Muh Nasir pendidikan agama tak penting

Makassar-- Menanggapi munculnya wacana penghapusan mata pelajaran agama di Indonesia, Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti ), Prof Muh Nasir, mengimbau kepada seluruh rektor di seluruh Indonesia untuk mengeyampingkan pendidikan agama di mata kuliah.

Hal tersebut diungkapkannya di sela-sela kegiatan deklarasi anti radikalisme PTN-KTI di baruga Prof Amiruddin Universitas Hasanuddin Kota Makassar, Jumat (16/6/2017).

Prof Muh Nasir mengatakan bahwa para mahasiswa wajib terlebih dahulu menimba ilmu pengetahuan sains dan teknologi dibandingkan ilmu pengetahuan agama.

Baca Juga:

" Di semester awal, saya imbau kepada seluruh rektor se-Indonesia untuk mengenalkan terlebih dahulu pengetahuan sains dan teknologi. Sementara mata kuliah pendidikan agama diberikan di semester-semster akhir saja, karena itu tidak terlalu penting,"ujarnya.

Selain dihadiri Menristek Dikti , deklarasi anti radikalisme PTN-KTI dihadiri juga Wakapolri, Komjen Syafruddin.(sumber.harianamanah.com)

Baca Juga:
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan
Bupati Herman Pimpin Khatam Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Milad ke-61 Kabupaten Inhil
Event Wisata Religi dan Istighosah Gema Muharram 1448 H
Defisit APBD Riau Mencuat, Projo Riau Desak SF Harianto Jangan Kambing Hitamkan MBG
Ketua MUI Inhil: Pemberantasan Narkoba oleh AKBP Farouk Oktora Bentuk Penyelamatan Umat
Polsek Kemuning Salurkan Sembako kepada Warga dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
komentar
beritaTerbaru