Minggu, 28 Juni 2026 WIB

Dari 236 Desa, Dinkes Inhil Baru Mampu Mensosialisasikan 40 persen di Desa Tentang Penyakit Berbahaya

- Kamis, 28 Januari 2016 21:17 WIB
409 view
Dari 236 Desa, Dinkes Inhil Baru Mampu Mensosialisasikan 40 persen di Desa Tentang Penyakit Berbahaya
Kabid Pembinaan, Pengendalian Kemitraan Dan Promosi Kesehatan (PPKDPK) Matzen, S.Kep, M.Si
PESISIRNEWS.COM, TEMBILAHAN - Guna mempermudah upaya sosialisasi tentang bahaya penyakit HIV AIDS, Demam Berdarah (DBD) dan  Malaria kepada masyarakat.  Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendapatkan bantuan  berupa mobil operasional. Hal itu diungkapkan Kabid Pembinaan, Pengendalian Kemitraan Dan Promosi Kesehatan (PPKDPK) Matzen, S.Kep, M.Si, M.M. Kes, Kamis (28/1/2016).

Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil lebih mengutamakan pada upaya pencegahan preventif dari pada pengobatan akuratif.
"Untuk itu kami mengadakan sosialisasi disetiap daerah kabupaten Inhil," kata Matzen.

Selain itu kami juga bukan sekedar mengadakan sosialisasi saja, tetapi melakukan pembinaan terhadap tokoh masyarakat yang ada didesa, hal itu dilakukan karena dinilai lebih efektif, sehingga dapat mempermudah menyebarkan informasi kepada masyarakat.

"Ketika kami melakukan sosialisasi pasti ada masyarakat yang tidak hadir, sehingga kami melakukan pembinaan kepada tokoh masyarakat supaya informasi tentang bahaya penyakit yang telah kami sampaikan tidak sia sia." Sambungnya.

lanjut Matzen, Dari 236 desa yang tercatat, sejauh ini pihak PPKDPK baru mampu mensosialisasikan sekitar 40 persen di daerah, Hal itu dikarenakan terkendala pada Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Inhil," tutupnya.(ZIZ)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kembali pasien Positif Covid 19 Di Inhil Bertambah 5 orang
Curi HP ,JN Dipukuli  Hingga Masuk Kerumah Sakit
Jumlah Penderita DBD di Pekanbaru Terus Meningkat, Sudah 260 Orang Tumbang
Mencegah DBD, PT TPP Fogging Tiga Kecamatan di Inhu
Anggota DPRD Pekanbaru Ini Akan Temui Walikota Minta Kadiskes Dicopot
Kasus DBD di Pekanbaru Terus Meningkat, DPRD Ajak Masyarakat Gotong Royong
komentar
beritaTerbaru