Minggu, 28 Juni 2026 WIB

Waspada Karhutla...BMKG Riau Memprediksi Februari Memasuki Musim Kemarau

- Senin, 11 Januari 2016 16:35 WIB
553 view
Waspada Karhutla...BMKG Riau Memprediksi Februari Memasuki Musim Kemarau
Pembuatan kanal untuk mencegah karhutla
PESISIRNEWS.COM, DUMAI - BMKG memperkirakan perubahan musim 2016 di Riau, akan serupa dengan kondisi pada 2015 lalu. Prediksi BMKG Provinsi Riau, pada Bulan Januari ini masih masuk dalam Musim Hujan. Sedangkan pada Awal Februari sudah memasuki Musim Kemarau.

“ Kita sudah diskusi dengan BMKG. Sesuai pantauan, musim kemarau akan masuk pada awal Februari. Sedangkan kini masih musim hujan,” ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kota Dumai, Muhammad Rasyid Ridho kepada wartawan, baru – baru ini.

Walau demikian, pihaknya tetap memantau situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Dumai. Lewat pantauan satelit pada awal 2016, terpantau satu titik panas. Titik tersebut berada di Kecamatan Sungai Sembilan.

Namun, setelah diperiksa keberadaan titik panas, ternyata tidak ada titik kebakaran. Maklum titik panas yang terpantau di satelit tingkat kepercayaannya hanya 45 persen. Sehingga mesti diperiksa lebih lanjut ke lokasi.

“ Pada Januari baru satu titik panas yang ditemukan. Tapi pada Desember 2015 sempat ada lahan terbakar. Saat itu lokasinya di Gurun Panjang,” beber Ridho.

Menurutnya, Dumai sendiri memiliki 22 kelurahan yang rawan karhutla, dari jumlah keseluruhan 33 kelurahan. Maka pihaknya giat melakukan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Selain itu, bersama unsur terkait di Dumai melakukan upaya pencegahan seperti membuat Canal Blocking atau Sekat Kanal. Pihak BPBD Dumai amat mengapresi upaya pencegahan yang digagas oleh Pihak Polsek Dumai Barat.

Seperti, Sekat Kanal dibuat di RT 28 Bunga Tanjung, Kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan. Kawasan tersebut dipilih karena termasuk lokasi rawan karhutla. Bahkan pada tahun 2015, di kawasan tersebut sudah empat kejadian karhutla.

“ Maka kami berupaya agar menjaga Lahan Gambut di kawasan ini tetap basah,” ujar Kapolsek Dumai Barat, Kompol Sasli Rais usai pembuatan sekat kanal. .

Dijelaskannya, pembuatan sekat kanal melibatkan sejumlah unsur seperti Polsek Dumai Barat, Koramil 01 Kota Dumai, BPBD Dumai bersama masyarakat. Seluruhnya bahu membahu membuat sekat kanal.

Caranya dengan menumpuk sejumlah karung berisi pasir. Kemudian kerangkanya dari kayu, yang disusun secara berongga. Ketinggian disesuaikan dengan tinggi dari lahan gambut di dekatnya. Sehingga saat hujan air tidak meluap, tapi membahasahi gambut di sekitarnya.

Dijelaskan Sasli, pembuatan sekat kanal adalah yang kelima kalinya di wilayah kerja Polsek Dumai Barat.

Sekat sudah dibangun di kawasan rawan karhutla seperti Mekar Sari, Bagan Keladi, Purnama dan juga Bunga Tanjung. Rencananya jumlah sekat kanal akan terus bertambah.

Apalagi sesuai rencana, program ini akan dilakukan rutin setiap pekan. Maka hingga kini pihaknya terus menerima informasi, lokasi mana saja yang bisa menjadi tempat pembuatan sekat kanal.

“ Kita berupaya waspadai sejak dini. Sebab ada saja yang bandel membakar lahan. Sehingga diupayakan gambut tetap basah, agar tidak mudah tersulut api,” ujarnya.

Terpisah, Danramil 01 Kota Dumai, Mayor (inf) Juner Sirait mengaku sudah menyiapkan tindakan antisipatif. Guna mengatasi ancaman Karhutla pada tahun 2016. Sehingga butuh peran serta masyarakat, agar tidak lagi membakar lahan. (CP)

SHARE:
beritaTerkait
H-1 Pembukaan MTQ Riau Ke-44, Bupati Inhil Tinjau Stand Bazar dan Minta Persiapan Dimaksimalkan
PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan
Bupati Herman Pimpin Khatam Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Milad ke-61 Kabupaten Inhil
Event Wisata Religi dan Istighosah Gema Muharram 1448 H
Defisit APBD Riau Mencuat, Projo Riau Desak SF Harianto Jangan Kambing Hitamkan MBG
komentar
beritaTerbaru