Minggu, 14 Juni 2026 WIB

Acara Diskusi dan Nobar Film G30S/PKI yang Ditaja PDD Kampar Berjalan Sukses

- Kamis, 01 Oktober 2020 13:07 WIB
998 view
Acara Diskusi dan Nobar Film G30S/PKI yang Ditaja PDD Kampar Berjalan Sukses
Diskusi dan Nobar Film G30S/PKI yang ditaja PDD Kampar bejalan sukses. Foto: wan/Pesisirnews.com.

KAMPAR, Pesisirnews.com - Pemuda Dewan Da’wah (PDD) Kabupaten Kampar menggelar acara diskusi dan ‘Nonton Bareng’ (Nobar) Film G30S/PKI yang dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0313/KPR Letkol Inf. Leo Octavianus M Sinaga SSos MIPol dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar Suhendri SH MH.

Acara diskusi dan nobar Film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) tersebut berjalan sukses dan lancar.

Demikian disampaikan Ketua Umum (Ketum) PDD Kampar Gustika Rahman SPdI, didampingi Sekum Yendri Wahyudi MM, Katua Panitia Ahmad Usmad, Kamis (1/10/2020) dini hari di halaman studio Radio RAMA FM, Jalan Dr A. Rahman Saleh, Kecamatan Bangkinnag Kota.

Baca Juga:

Acara ini juga dihadiri Kadis PMD Dukcapil Provinsi Riau Yurnalis SSos MSi, Ketum DDII Kampar Ustadz Samsul Bahri SAg MPd, dan seluruh pengurus serta undangan lainnya.

Agus menjelaskan, pada acara diskusi tersebut, Bapak Kajari Kampar membahas tentang “Waspadai Bahaya Laten Komunisme dan Tingkatkan Rasa Cinta Tanah Air”, sedangkan Bapak Dandim 0313/KPR membahas tentang “Perjuangan TNI Dalam Menumpas PKI”.

Baca Juga:

Acara yang dimulai dari pukul 20.35 WIB dan berakhir pukul 02.30 WIB tersebut, berlangsung hangat dan semarak. Selama menonton film tersebut, penonton dipersilahkan untuk diskusi atau bertanya langsung dengan orang Nomor 1 di Kejari Kampar dan orang nomor 1 di Dandim 0313/KPR.

Sedangkan bagi para penonton juga disediakan makanan dan minuman yang cukup berlimpah oleh Panitia Pelaksana.

Pada kata sambutannya, Ketum PDD Kampar mengatakan bahwasanya Acara Diskusi dan Nobar ini dilaksanakan dalam rangka mewaspadai bahaya laten komunisme dan meningkat rasa cinta terhadap Tanah Air Indonesia (NKRI).

“Saat ini Komunis secara partai mungkin sudah tidak ada lagi, tapi ideologinya terus berkembang. Oleh karena itu hal tersebut harus kita waspadai, kita harus tahu akan bahaya laten komunisme di negeri tercinta kita Indonesia,” jelas Gustika.

Acara Diskusi Dan Nobar Film G30S/PKI ini juga disiarkan secara langsung oleh Radio RAMA melalui FM 96,3 MHz, Live Streaming : www.ramafmnews.com dan live Facebook : Agus Rama Fmnews, dan disiarkan secara langsung oleh para sponsor lainnya seperti ANOVA Streaming.

[br]

Siaran langsung Diskusi dan Nobar Film G30S/PKI ini sengaja dilaksanakan dalam rangka memudahkan masyarakat untuk menyimak dan melihat secara langsung rangkaian kegiatan yang dengan cukup berada dirumah saja melalui siaran Radio RAMA FM, ataupun melihat secara langsung melalui live FB yang telah ditentukan.

“Mengingat kita masih dalam wabah Covid-19, jumlah pesertanya kita batasi dan kita mewajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan, dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun,” ujarnya.

Ketum PDD Kampar Gustika Rahman juga mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama Bapak Kajari Kampar, Bapak Dandim 0313/KPR, Bapak Kakan Kemenag Kampar, Bapak Kadis PMD Dukcapil Riau, Ketum DDII Kampar dan Pengurus, Bapak Kadis Infokom, para Panitia Pelaksana, Insan Pers dan para sponsor lainya yang telah mendukung acara itu yang tanpa memakai proposal, namun bisa meriah dan melebihi target panitia.

Walaupun jumlah peserta terbatas, namun banyak masyarakat yang ingin menyaksikan langsung, namun terpaksa harus disuruh pulang. Bahkan ada dari nenek-nenek yang membawa anak dan cucunya menonton hingga acara selesai.

“Untuk itu sekali lagi kita ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak, mudah-mudahan niat baik kita ini diridhoi oleh Allah Swt,” ucapnya.

Karena Mencintai tanah air merupakan ajaran dari Nabi Kita Muhammad SAW. Rasulullah mencintai Makkah dan Madinah karena dua tempat mulia tersebut merupakan tanah air beliau.

Mencintai Tanah Air adalah bagian dari iman karena Tanah Air merupakan sarana primer untuk melaksanakan perintah agama. Tanpa Tanah Air, seseorang akan menjadi tunawisma. Tanpa Tanah Air, agama seseorang kurang sempurna, dan tanpa Tanah Air, seseorang akan menjadi terhina,” ujar Agus. (Ags/Usm/Ftm/wan)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati dan Ketua TP PKK Inhil Nonton Bareng Masyarakat Film "Kuyank"
Bupati Inhil Menyatu dengan Masyarakat yang Tumpah Ruah Nobar Piala Dunia 2022
Ini Daftar Lengkap Pemenang Piala Citra FFI 2022, Mana yang Jadi Film Favorit Kamu?
Aktor Tom Cruise akan Syuting Film di Luar Angkasa Kerja Sama dengan NASA dan SpaceX
Konon karena Kebiasaan Ini Mendiang Suzzanna Mendapatkan Kharisma Magis
Menparekraf Ingatkan Sineas Indonesia Daftar Festival Film Bulanan, Link-nya Ada di Sini
komentar
beritaTerbaru