Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan
Tembilahan, (26/6/2026) Ratusan mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI) resmi diberangkatkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (K
Artikel
Pesisirnews.com - Pengakuan Ni Wayan Sukerti (36) bahwa anaknya sempat diculik orang tak dikenal membuat geger warga Gianyar, Bali. Polisi pun langsung turun tangan.
Setelah ditelusuri dan dilakukan olah tempat perkara (TKP), polisi menyimpulkan bahwa Sukerti berbohong. Hal itu diperkuat dengan keterangan Sukerti yang mengaku berbohong.
Wanita muda itu sengaja berbohong dengan tujuan menakut-nakuti anaknya yang sekolah di SDN 3 Batubulan Kangin. Selain itu, ibu dua anak ini juga terinspirasi berita-berita penculikan anak yang ramai di media sosial (medsos).
Baca Juga:
Melalui video yang dikeluarkan Polres Gianyar, ibu muda ini menyampaikan meminta maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Batubulan Kangin.
Pada video yang dirilis Kasat Reskrim Gianyar, Sukerti tampak diapit Kapolsek Sukawati dan Kanit Reskrim Polsek Sukawati.
Baca Juga:
Dalam video itu Sukerti dengan panjang lebar mengakui kebohongan yang dia buat, sekaligus meminta maaf kepada masyarakat. "Om Suastiastu," ucap Sukerti mengawali statemennya.

Ni Wayan Sukerti
"Nama saya Ni Wayan Sukerti, hari ini saya mau mengklarifikasi kasus penculikan anak. Bahwa semua keterangan saya tidak benar. Saya berbohong, tujuan saya untuk menakuti anak saya untuk tidak keluar sendirian. Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Batubulan Kangin, bahwa berita penculikan anak saya tidak benar," sambungnya seperti dalam video.
Setelah statemen Sukerti, masih dalam video tersebut, Kanit Reskrim Iptu Gusti Ngurah Jayawinangun seizin Kapolsek Sukawati menyampaikan klarifikasi dan hasil penyelidikan yang dilakukan.
"Saya menyampaikan mengklarifikasi terkait proses penyelidikan yang viral di media massa tentang kasus penculikan anak. Seperti yang saya sampaikan, proses penyelidikan sudah berlangsung dan hasil penyelidikan bahwa semua keterangan ibu ini (Ni Wayan Sukerti) sebagai korban yang anaknya diculik tidak benar. Semua berita tersebut tidak benar," ucapnya.
"Jadi sesuai penyelidikan, motif keterangan ibu ini untuk menakuti anaknya, untuk tidak keluar rumah sendirian. Itu proses penyelidikan," sambungnya.
Setelah mengakui kebohongan yang dilakukannya, serta menjalani rangkaian pemeriksaan, Ni Wayan Sukerti ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (8/11).
Namun dengan pertimbangan kemanusiaan, dimana yang bersangkutan memiliki seorang anak yang masih balita, polisi tak menahan perempuan yang tinggal di Gang Walet, Desa Batubulan Kangin ini.
"Ya, Sukerti mulai hari ini (kemarin) memang sudah kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut," ucapnya, seperti dilansirĀ Bali Express(Jawa Pos Group/pojoksatu.id), Jumat 9 November 2018.
Terkait dengan jeratan pasal yang disangkakan pada ibu dua anak ini, Iptu Winangun menjelaskan, sesuai hasil pemeriksaan dan penyelidikan, Sukerti ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 220 KUHP tentang membuat laporan palsu.
Meski telah menyandang status tersangka, pihak kepolisian belum melakukan penahan terhadap Sukerti. Hal ini tak lain karena pertimbangan kemanusiaan, dimana Sukerti memiliki seorang anak balita.
"Untuk saat ini yang bersangkutan memang tidak ditahan. Namun tetap wajib lapor. Apalagi kemarin anaknya juga sempat sakit. Tapi kalau nanti ada indikasi mau kabur, barulah langsung akan kita tahan," sambungnya.
Lebih lanjut Iptu Winangun memaparkan, untuk mengungkap kasus ini, pihak kepolisian telah menggeber penyelidikan sejak awal, termasuk memeriksa Sukerti dan beberapa saksi.
Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga telah melakukan rekonstruksi di lapangan guna mensinkronkan keterangan tersangka dan TKP. Nah dari proses itulah polisi menemukan kejanggalan atas cerita yang disampaikan tersangka, meski yang bersangkutan awalnya tetap ngotot dengan ceritanya. "Akhirnya setelah pelan-pelan kita introgasi, dia mengakui telah berbohong," imbuhnya.
Sumber Pojoksatu.idĀ
Tembilahan, (26/6/2026) Ratusan mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI) resmi diberangkatkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (K
Artikel
Tembilahan, (25/6/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, memimpin kegiatan Khatam AlQur&039an dalam rangka menyambut Tahun Bar
Advertorial
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Jejeran Bubur Asyura terpajang di masingmasing stan, tanda berlangsungnya Event Wisata Religi dan Istighosah
Advertorial
(Pekanbaru) Isu defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau yang dipicu oleh alokasi dana untuk program Makan Ber
Artikel
TEMBILAHANPerang melawan narkoba di Kabupaten Indragiri Hilir terus menunjukkan hasil nyata. Di tengah ancaman peredaran narkotika yang men
Artikel
Kemuning, 25 Juni 2026 Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polsek Kemuning melaksanakan kegiatan bakti sosial d
Artikel
PULAU BURUNG Suasana haru menyelimuti keluarga besar Polsek Pulau Burung saat menggelar doa selamat untuk mengantarkan Kapolsek Pulau Burun
Artikel
Tembilahan Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir menggelar Turnamen Mobile Legends Kapolri
Olah Raga
Kateman, Inhil Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polsek Kateman Polres Indragiri Hilir menggelar pembukaan Op
Artikel
Kateman Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80, Polsek Kateman melaksanakan kegiatan bedah rumah layak huni hari kedua pada Ra
Artikel