Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan
Tembilahan, (26/6/2026) Ratusan mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI) resmi diberangkatkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (K
Artikel
Pesisirnews.com - Hidup di dunia ini kadang ada yang kaya dan miskin.
Kadang begitu bahagia dengan harta melimpah dan di sisi lain ada yang hidup menderita.
Kehidupan yang keras harus dialami Wiwit Setianingsih (16) dan adiknya Vivi Ratnasari (10).
Baca Juga:
Pasalnya kakak beradik yang memiliki keterbatasan fisik tersebut mau tak mau harus tinggal di atas bukit Mengger yang terletak di Dukuh Mengger, Desa Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (1/9/2018).
Baca Juga:
Anak dari pasangan Dasirin (56) dan Tarkonah (50) itu menjalani keseharian dengan berdiam diri di dalam gubuk berukuran 4x6 meter.
Yang membuat warga sekitar prihatin, kakak beradik tersebut tinggal bersama kerbau di tengah hutan.
Terkadang, kedua orangtuanya pergi mencari nafkah sedari pagi hingga sore hari.
Jarak gubuk yang ditempati oleh keluarga tersebut sekitar lima kilometer dari pemukiman warga.
Harus menembus hutan dengan beberapa tanjakan terjal untuk sampai ke lokasi tempat Wiwit dan Vivi tinggal.
Jerami dan kotoran ternak menjadi pemandangan sehari-hari ke dua bocah perempuan tersebut.
Kondisi semakin parah jika menjelang gelap, karena keluarga Dasirin hanya mengandalkan lampu minyak untuk menerangi gubuk yang mereka tinggali.
Diketahui Wiwit mengalami kelumpuhan sejak menginjak kelas satu Sekolah Dasar.
Sedangkan sang adik mengalami keterbelakangan mental.
Kedua orangtuanya hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keduanya harus membanting tulang dengan merawat kerbau milik orang dan menjadi buruh tani.
Saat Tribunjateng.com mengunjungi gubuk yang ditinggali Wiwit bersama keluarganya, ia menerangkan sangat ingin bermain bersama teman-teman lainya dan segera ingin pindah.
"Sangat ingin main bersama teman-teman dan ingin pindah," ujar Wiwit terbata-bata.
Wiwit dan sang adik sedikit susah untuk berkomunikasi dikarenakan jarang bertemu dan berbincang dengan orang lain.
Seolah ingin mengungkapkan sesuatu, sorot mata gadis 16 tahun itu terus tertuju pada orang asing yang mendatangi tempat tinggalnya.
Sembari duduk di sebelah sang adik, ia mengungkapkan pernah merasakan bangku sekolah, namun hal tersebut dituturkan Wiwit sudah lama.
"Dulu saya pernah sekolah tapi sampai kelas satu," katanya dengan suara lirih.
Sementara itu Dasirin menerangkan, terpaksa mengajak anak dan istrinya tinggal jauh dari pemukiman karena tak punya tempat tinggal.
"Mau bagaimana lagi kami tidak punya apa-apa, untuk menyambung hidup saja kami harus banting tulang naik turun bukit menjadi buruh tani, dan merawat ternak berupa kerbau milik orang," imbuhnya.
Dasirin sendiri sudah satu tahun tinggal di puncak Bukit Mengger, dan keluarganya ia ajak kurang lebih empat bulan lalu.
"Kedua anak saya tak pernah mengeluh, mereka tau kondisi keluarga. Walaupun demikian kadang saya sangat sedih melihat kondisi kedua anak saya," tambahnya.
Mata lelaki paruh baya itu berkaca-kaca kala menceritakan kehidupan keluarganya yang tinggal menyendiri di atas bukit.
"Ketika malam dan istri saya sering menangis melihat kondisi anak-anak, karena kedua anak kami punya keterbatasan ditambah ekonomi kami seperti ini. Kadang Wiwit dan Vivi mengatakan kepada saya ingin jadi orang pintar dan ingin belajar terus menerus. Tapi apa daya kami keadaan ini memaksa kami hidup di kondisi seperti ini," kata Dasirin.
Guna mencukupi kebutuhan sehari-hari, tak jarang Dasirin memanfaatkan buah-buahan dan umbi yang ada di sekitar hutan.
"Adanya umbi ya kami makan, beruntung kalau ada buah. Hanya itu yang bisa kami berikan ke anak-anak. Beberapa waktu lalu saya juga salah memakan umbi hingga keracunan, kadang binatang hutan juga masuk ke gubuk kami saat anak-anak tinggal sendiri di gubuk. Kami tak bisa berharap apa-apa dan hanya bisa bertahan," timpalnya.
Sumber Serambinews.com
Tembilahan, (26/6/2026) Ratusan mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI) resmi diberangkatkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (K
Artikel
Tembilahan, (25/6/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, memimpin kegiatan Khatam AlQur&039an dalam rangka menyambut Tahun Bar
Advertorial
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Jejeran Bubur Asyura terpajang di masingmasing stan, tanda berlangsungnya Event Wisata Religi dan Istighosah
Advertorial
(Pekanbaru) Isu defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau yang dipicu oleh alokasi dana untuk program Makan Ber
Artikel
TEMBILAHANPerang melawan narkoba di Kabupaten Indragiri Hilir terus menunjukkan hasil nyata. Di tengah ancaman peredaran narkotika yang men
Artikel
Kemuning, 25 Juni 2026 Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polsek Kemuning melaksanakan kegiatan bakti sosial d
Artikel
PULAU BURUNG Suasana haru menyelimuti keluarga besar Polsek Pulau Burung saat menggelar doa selamat untuk mengantarkan Kapolsek Pulau Burun
Artikel
Tembilahan Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir menggelar Turnamen Mobile Legends Kapolri
Olah Raga
Kateman, Inhil Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polsek Kateman Polres Indragiri Hilir menggelar pembukaan Op
Artikel
Kateman Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80, Polsek Kateman melaksanakan kegiatan bedah rumah layak huni hari kedua pada Ra
Artikel