Senin, 24 Agustus 2026 WIB

Bocah di Nunukan hilang saat berburu di hutan, kakeknya ditemukan tewas

- Sabtu, 21 Juli 2018 18:59 WIB
415 view
Bocah di Nunukan hilang saat berburu di hutan, kakeknya ditemukan tewas
Pencarian bocah hilang di hutan Nunukan. ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Pesisirnews.com - Bayu, bocah laki-laki usia 9 tahun dilaporkan hilang di dalam hutan di Desa Labuk, Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara, saat pergi memasang jerat untuk berburu. Tim Basarnas blusukan masuk ke hutan, mencari korban bersama warga dan kepolisian.

Bayu diketahui pergi bersama kakeknya, Putilik (60), memasuki hutan sekira pukul 08.00 WITA, Senin (16/7) pagi. Hingga sore hari, keduanya tak kunjung pulang. Keluarga khawatir, bergegas mencari ke dalam hutan.

Dalam pencarian, Putilik ditemukan tewas, sekira pukul 00.00 WITA, Selasa (17/7) dini hari. Namun, Bayu tidak terlihat. Dua jam kemudian, jasadnya dievakuasi ke rumah duka.Hilangnya Bayu beredar di media sosial, dan kemudian terdengar hingga ke kepolisian dan Basarnas di Nunukan. Pencarian pun dilakukan. Hari ini, memasuki hari ketiga pencarian korban.

Baca Juga:

Tim bergerak hingga menelusuri hutan belantara, dengan berjalan kaki 5-10 kilometer. Areal pencarian cukup jauh luas. Untuk memudahkan pencarian, SAR dibagi menjadi dua tim, dimulai dari titik awal penemuan jasad kakek Putilik.

"Untuk pencarian korban, tim terbagi menjadi 2 tim. Ada tim darat, dan tim sungai," kata Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto, Jumat (20/7) petang.

Baca Juga:

Pencarian bocah hilang di hutan Nunukan 2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Sekira pukul 15.00 WITA sore ini tadi, tim darat menemukan jejak kaki manusia. "Diperkirakan, jejak kaki itu adalah kaki korban. Tim terus menelusuri jejak kaki itu," ujar Octavianto.

Di sela penelusuran jejak kaki itu, tim juga mencium aroma tak sedap. Namun sayang, penelusuran jejak kaki dan aroma tak sedap itu, belum berbuah hasil. "Aroma tak sedap itu menghilang karena mungkin terbawa angin," ungkap Octavianto.

Beruntung, di tengah pencarian, sinyal selular masih bisa didapat meski hanya sesekali, dan sangat terbatas. Tim SAR membekali diri dengan telepon satelit untuk keperluan darurat. Sampai hari ketiga ini, pencarian belum berbuah hasil, dan dilanjutkan Sabtu (21/7) pagi.


Sumber Merdeka.com 

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil Apresiasi Semangat Sportivitas pada Turnamen Futsal HUT RI ke-81
Kapolres Indragiri Hilir Bersama Dandim/0314 Inhil Pimpin Pemadaman dan Pendinginan Hotspot di Gaung,
Polda Riau Intensifkan Penanganan Karhutla, 313 Hotspot Terdeteksi di Wilayah Riau
Polda Riau Kerahkan Tim Kesehatan dan Trauma Healing ke Wilayah Terdampak Karhutla di Kerumutan
Bupati Inhil Dorong Optimalisasi Pelabuhan Pengumpan untuk Perkuat Ekonomi Daerah
Menteri LH dan Guru Besar Kehutanan Cek Karhutla di Kampar, Kapolda Paparkan Dashboard Green Policing
komentar
beritaTerbaru