Sabtu, 27 Juni 2026 WIB

Berita Kematian Sudah Menyebar, saat Akan Disalatkan Suharto yang Dikira Meninggal Pulang ke Rumah

- Minggu, 06 Mei 2018 12:00 WIB
1.214 view
Berita Kematian Sudah Menyebar, saat Akan Disalatkan Suharto yang Dikira Meninggal Pulang ke Rumah
Tribunwow.com

Pesisirnews.com - Kecelakaan maut di Jalan Mayjen Soegeng, Mertoyudan tepatnya di depan kuliner Mertoyudan Corner, Kamis (3/5/2018) sekitar pukul 15.00 WIB, menyisakan kisah bagi keluarga Suharto (68), warga Dusun Kempulan, Senden, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah.

Suasana duka menyelimuti rumah Suharto (68), warga Dusun Kempulan, Desa Senden, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Kamis (3/5) malam, yang dikabarkan menjadi korban meninggal kecelakaan maut di Mertoyudan.

Keluarga menangis histeris saat jenazah tiba di rumah duka.

Baca Juga:

Jenazah dibawa ke ruang tengah.

Para warga desa beserta pelayat sudah berkumpul hendak menyalatkan jenazah.

Baca Juga:

Tetapi sesaat sebelum disalatkan, sosok Suharto yang dikira sudah meninggal itu pulang ke rumah.

Puluhan orang yang berkumpul di rumah duka pun seketika terkaget-kaget.

Suasana yang semula duka, menjadi bahagia mengetahui Suharto ternyata masih hidup dan dalam keadaan sehat tanpa kurang satu apapun.

Istri dan anak serta keluarganya langsung menangis dan memeluki Suharto.

Ditemui Tribunjogja.com di rumahnya, Suharto (68) menceritakan kejadian tak biasa tersebut. 

Selasa (1/5/2018) kemarin dirinya pamitan kepada keluarga untuk pergi memancing bersama dua rekannya, yakni Pangat dan Edi ke Wadaslintang, di Kabupaten Wonosobo.

Mereka memancing dari hari Selasa (1/5) dan kembali Kamis (3/5).

Saat perjalanan pulang ke rumah, tiba-tiba rekan Suharto, Pangat ditelepon oleh anaknya bahwa Suharto meninggal akibat kecelakaan.

Padahal, dirinya sendiri bersama Suharto saat itu.

Truk Tronton Meloncat dan Menabrak Dua Pengendara Sepeda Motor
Truk Tronton Meloncat dan Menabrak Dua Pengendara Sepeda Motor (TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri)

"Saya memancing bersama rekan-rekan ke Wadaslintang, berangkat hari selasa dan pulang hari kamis. Saat di perjalanan pulang, pak Pangat yang jadi supir saat itu ditelpon anaknya, kalau saya meninggal karena kecelakaan. Pangat pun kaget, lebih-lebih saya. Lha wong saya masih hidup," ujar Suharto, Jumat (4/5).

Saat itu berita tentang kematiannya sudah menyebar kemana-mana.

Saat itu juga dirinya sadar terjadi salah informasi.

Saat melihat rekaman kecelakaan ternyata korban meninggal adalah sahabatnya sesama pensiuanan BRI, Albertus Joko.

"Saya baca berita kok ada kecelakaan korban pakai kendaraan beat, dan namanya Suharto, alamatnya juga saya. Ternyata setelah saya lihat di video kecelakaan itu, ternyata pak Joko, teman saya sendiri. Saat itu saya sadar kalau itu salah informasi," ujar Suharto.

Meskipun begitu, keluarga masih belum tahu jika korban meninggal tersebut adalah Joko, bukan Suharto.

Masuk akal, sebab data dari kepolisian juga menerangkan jika jasad itu adalah milik Suharto, seperti fotokopi KTP yang ditemukan di tas jinjing korban.

Keluarga pun kaget dan sedih mendengar berita kematian Suharto.

Tratak di rumah sudah dipasang.

Para pelayat sudah berdatangan.

Jenazah pun sudah tiba di rumah dan akan disolatkan.

Satu bus rombongan keluarga dari Yogyakarta juga sudah datang, sama halnya keluarga dari Banjar, dan Timor Leste.

Hingga akhirnya terungkap, Saat itu pukul 19.00 WIB, Suharto pulang ke rumah.


Sumber Tribunwow.com 

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan
Bupati Herman Pimpin Khatam Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Milad ke-61 Kabupaten Inhil
Event Wisata Religi dan Istighosah Gema Muharram 1448 H
Defisit APBD Riau Mencuat, Projo Riau Desak SF Harianto Jangan Kambing Hitamkan MBG
Ketua MUI Inhil: Pemberantasan Narkoba oleh AKBP Farouk Oktora Bentuk Penyelamatan Umat
Polsek Kemuning Salurkan Sembako kepada Warga dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
komentar
beritaTerbaru