Sabtu, 27 Juni 2026 WIB

Warga Aceh Akan Bela AKBP Untung, Polisi yang Ubah Waria Jadi Macho

- Kamis, 08 Februari 2018 13:31 WIB
1.363 view
Warga Aceh Akan Bela AKBP Untung, Polisi yang Ubah Waria Jadi Macho
AKBP Untung Sangaji. (Foto:dok Blog pribadi AKBP Untung Sangaji)

Pesisirnews.com - Sejumlah pihak menilai pembinaan 12 wanita pria (waria) oleh Kapolres Aceh Utara melanggar hak asasi manusia. Pro dan kontra itu muncul dari berbagai elemen LSM dan organisasi yang tidak menyetujui atas sikap Kapolres AKBP Ahmad Untung Surianata atau akrab disapa Untung Sangaji, yang bermaksud mengubah waria itu menjadi 'macho' seperti lelaki pada umumnya.

Bahkan ketua MPR Zulkifli Hasan dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan Polda Aceh untuk memeriksa Untung Sangaji.

Sorotan itu lantas membuat organisasi dan masyarakat di Aceh angkat suara. Diperkirakan sekitar 100 ormas Islam akan menggelar unjuk rasa 'Aksi Bela Untung' di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (2/2).

Baca Juga:

Penanggung jawab aksi Tengku Marsyuddin mengatakan aksi yang akan berlangsung besok merupakan bentuk dukungan terhadap Untung yang menurutnya telah berhasil membina dan menyadarkan waria di sana.

"Kita tetap dukung penuh Kapolres Aceh Utara, karena kebijakan yang telah dilakukan itu adalah hal yang sangat baik dan perlu diberikan apresiasi," ujarnya kepada kumparan (kumparan.com),

Baca Juga:

Marsyuddin menilai, kebijakan yang telah dilakukan Untung Sangaji berdasarkan pada hukum Islam dan adat-istiadat Aceh. Aceh memiliki payung hukum berbingkai syariat Islam.

"Keputasan Pak Untung sudah sangat tepat, tetapi kenapa malah ada orang yang juga protes. Ini adalah hak kita saling menyadarkan sesama umat muslim," tuturnya.

Di lokasi terpisah Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh Tengku Muslim At Thahiry juga menyampaikan hal senada. Ia melihat aksi Untung adalah suatu tindakan yang tepat sebagai seorang Kapolres yang ikut membantu para ulama di Kabupaten Aceh Utara.

"Menurut kami Untung Sangaji adalah pahlawan, beliau bertindak karena cinta negeri dan tidak ingin rakyat negeri ini diazab oleh Allah SWT karena ada kaum LGBT itu," kata Tengku Muslim At Thahiry.

Dia menilai, sikap Untung tidak melanggar HAM. Karena menurutnya apa yang dilakukan Untung justru merupakan wujud kepedulian mengembalikan manusia kepada kodratnya.

Dua belas waria tersebut terjaring dalam razia Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di lima salon kecantikan pada 27 Januari 2018. Mereka kemudian dibina selama lima hari ini oleh polisi.

Salah satu bentuk pembinaan adalah mereka digunduli dan disuruh meneriakkan Pancasila dengan lantang. Juga ada pendidikan karakter. Hasilnya, polisi mengklaim mereka telah berubah menjadi gagah perkasa dan menolak disebut banci atau waria.

"Mereka sudah betul-betul kembali seperti biasanya lagi. Jadi cowok gagah perkasa," kata AKBP Untung kepada kumparan (kumparan.com), Rabu (31/1).

Sumber kumparan.com

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan
Bupati Herman Pimpin Khatam Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Milad ke-61 Kabupaten Inhil
Event Wisata Religi dan Istighosah Gema Muharram 1448 H
Defisit APBD Riau Mencuat, Projo Riau Desak SF Harianto Jangan Kambing Hitamkan MBG
Ketua MUI Inhil: Pemberantasan Narkoba oleh AKBP Farouk Oktora Bentuk Penyelamatan Umat
Polsek Kemuning Salurkan Sembako kepada Warga dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
komentar
beritaTerbaru