Sabtu, 27 Juni 2026 WIB

5 Santriwati Jadi Korban Pimpinan Ponpes, 1 Hamil 6 Bulan

- Jumat, 08 Desember 2017 19:49 WIB
1.127 view
5 Santriwati Jadi Korban Pimpinan Ponpes, 1 Hamil 6 Bulan
Ilustrasi/Internet

Bontang, Pesisirnews.com - IM, pemimpin salah satu pondok pesantren (ponpes) di Bontang, Kalimantan Timur, melakukan perbuatan asusila terhadap lima santriwati.

Saat ini, satu dari lima santriwati tersebut sedang hamil enam bulan. Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono mengatakan, pihaknya sudah menangkap IM, Senin (4/12).

"Saat ini, korbannya masih lima yang telah kami periksa. Mereka diduga dicabuli oleh oknum pemilik pimpinan pesantren tersebut karena semua bukti mengarah kepadanya," jelas Dedi saat dihubungi Bontang Post, Kamis (7/12), seperti dilansir dari jpnn.com, Jumat (8/12).

Baca Juga:

Dia menambahkan, santriwati yang sedang berbadan dua itu berusia 14 tahun.

Sebut saja namanya Mawar. Menurut Dedi, para korban tak berani melapor karena mendapat ancaman dari IM.

Baca Juga:

"Saat ini, pelaku sudah ditahan dan masih dalam proses penyidikan. Namun, kami juga melakukan pengembangan lagi karena dikhawatirkan ada korban atau pelaku lainnya karena korban di bawah umur. Korban kami bekerja sama dengan Pemkot Bontang," ungkap Dedi.

Dedi menambahkan, kasus itu terkuak setelah dirinya mendapat pesan singkat dari pelapor.

Selama ini, Dedi memang menyebar nomor telepon kepada masyarakat.

Pihak berwajib menerima informasi adanya kasus perbuatan asusila dan empat orang yang membawa satu teman berobat ke klinik bersalin.

 "Akhirnya kami cross check ke salah satu rumah sakit di Bontang. Anggota saya juga meng-cross check ke pondok pesantren tersebut namun tidak ada karena sudah dipulangkan," beber Dedi.

Pihak kepolisian pun menjemput korban di wilayah Sangatta.

Pihak berwajib juga meminta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bontang untuk menangani trauma korban.

Sementara itu, Bontang Post mendatangi pondok pesantren yang dimaksud. Dua santriwati, yakni Bunga dan Melati (keduanya nama samaran) hanya mau memberi komentar singkat.

Awak Bontang Post pun mencoba menelusuri ke klinik tempat salah satu santriwati dibawa.

Pihak klinik mengakui, sekitar enam bulan lalu ada santriwati yang berobat karena mengalami sakit perut dan muntah-muntah.

Namun, santriwati itu meminta pemeriksaan tidak dilanjutkan. 

Sumber jpnn.com

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan
Bupati Herman Pimpin Khatam Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Milad ke-61 Kabupaten Inhil
Event Wisata Religi dan Istighosah Gema Muharram 1448 H
Defisit APBD Riau Mencuat, Projo Riau Desak SF Harianto Jangan Kambing Hitamkan MBG
Ketua MUI Inhil: Pemberantasan Narkoba oleh AKBP Farouk Oktora Bentuk Penyelamatan Umat
Polsek Kemuning Salurkan Sembako kepada Warga dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
komentar
beritaTerbaru