HUT ke-81 RI, Bupati Inhil Ajak Warga Maknai Kemerdekaan Dengan Zikir dan Do'a
Batang Tuaka, (10/8/2026) Memaknai kemerdekaan tidak hanya dengan perayaan, Bupati Indragiri Hilir, Herman, mengajak masyarakat memperkuat
Artikel
Pesisirnews.com - Peristiwa bermula ketika enam belas selir istana mencoba membunuh Kaisar China, Jiajing (1542) dengan cara mencekiknya menggunakan tali. Tetapi sial, simpulan di tali yang mereka gunakan malah mencegah kaisar kehilangan nyawanya.
Kaisar hanya pingsan dan kehilangan suaranya untuk sementara. Seorang pembantu yang mengetahui kejadian itu berlari ke Ratu Fang dan kasim istana untuk menyelamatkan kaisar.
Setelah serangan, Kaisar Jiajing tidak sadarkan diri selama beberapa hari, jadi Ratu Fang menetapkan hukuman bagi wanita istana yang dianggap bersalah.
Baca Juga:
Ratu kemudian menangkap semua wanita dan memasukkan mereka ke dalam kurungan. Tak sampai di situ, kesemuanya disiksa sebelum di eksekusi. Tubuh mereka perlahan-lahan dipotong untuk meneror siapa pun yang memiliki ide serupa.
Sumber kontemporer menyatakan bahwa Ratu Fang menggunakan kesempatan ini untuk menargetkan beberapa lawannya, terutama selir kesayangan kaisar bernama Duan, serta beberapa pejabat.
Baca Juga:
Dia memerintahkan semua dari mereka yang dituduh terlibat untuk disiksa secara perlahan-lahan sampai mati. Termasuk Zhang Jinlian, pembantu yang telah memberitahu tentang serangan itu ikut dibunuh. Jinlian, sang pembantu nan malang ini ikut dibunuh, diduga untuk menghilangkan saksi mata.
Meskipun Permaisuri Duan tidak ada saat upaya pembunuhan, Ratu Fang memutuskan bahwa dia telah terlibat dalam rencana tersebut dan menghukum mati juga. Sepuluh anggota keluarga perempuan yang lain juga dipenggal.
Jasad-jasad wanita dan Permaisuri Duan kemudian dipajang di harem kaisar, sementara 20 lagi diperbudak, dan yang berbakat diserahkan kepada para menteri.
Meskipun Kaisar Jiajing tidak mampu pada saat itu, dia membenci Ratu Fang karena telah membunuh selir favoritnya, Duan.
Dia kemudian memutuskan Duan tidak bersalah dan menduga Fang menggunakan situasi ini untuk menyingkirkan Duan sebagai saingan yang paling dia benci.
Pada tahun 1547, ketika kebakaran menghancurkan sebagian istana, kaisar menolak untuk menyelamatkan Ratu Fang, dan dia dibiarkan terbakar sampai mati. Kaisar mengklaim bahwa ini adalah kehendak surga.
[br]
Pemicu pemberontakan wanita istana
Upaya pembunuhan terhadap Kaisar Jiajing yang dilakukan oleh wanita yang berada disekelilingnya diduga tidak terlepas dari perilaku kaisar yang kejam dan haus seks.
Dia suka meminum ramuan alkimia Daois yang dimaksudkan untuk membuatnya lebih perkasa di atas ranjang dan panjang umur.
Salah satu favoritnya adalah "red lead", yang terbuat dari darah haid para perawan.
Dia menjaga gadis remaja berusia 13-14 tahun untuk mengumpulkan darah haid mereka. Apabila gadis-gadis belia ini tidak mengeluarkan darah haid, kaisar hanya memberi mereka makan daun mulberi dan minum air hujan.
Mereka yang tidak mengeluarkan darah haid juga dipukuli atau mereka dipaksa mengumpulkan embun dari pohon pisang untuk diminum, dan beberapa yang tertangkap menggigil saat melakukan ini.
Karena kekejamannya inilah yang membuat para selir kemudian berniat balas dendam dan berencana untuk membunuhnya.
[br]
Perilaku seks kaisar tak berubah
Setelah pemberontakan, Kaisar Jiajing tidak berhenti dengan kebiasaan seksnya yang brutal. Sebagai gantinya, dia memerintahkan pembatasan pada gadis-gadis yang masuk istana diperketat.
Pada tahun 1547, 300 gadis berusia antara 11 dan 14 tahun dipilih sebagai wanita istana baru. Pada tahun 1552, lebih 200 gadis dipilih untuk melayani di istana, tetapi batas usia yang lebih rendah dikurangi menjadi delapan tahun.
Tiga tahun kemudian, pada tahun 1555, 150 gadis di bawah usia delapan tahun dibawa ke istana untuk digunakan ‘membuat obat kaisar’.
Pemberontakan Wanita Istana 1542 (juga dikenal sebagai plot Istana tahun Renyin) ini dianggap sebagai satu peristiwa pemberontakan pertama kali yang dilakukan oleh kaum wanita terhadap seorang penguasa.
Namun ironinya, Kaisar Jiajing yang kejam dan gemar mengeksploitasi seksual secara brutal ini justru menjuluki pemerintahannya sebagai pemerintahan dengan "ketenangan yang mengagumkan".***
(PNC/Suppressed Histories Archives/Facebook)
Batang Tuaka, (10/8/2026) Memaknai kemerdekaan tidak hanya dengan perayaan, Bupati Indragiri Hilir, Herman, mengajak masyarakat memperkuat
Artikel
Tembilahan Bupati Indragiri Hilir H. Herman, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menerima dan menyambut baik as
Artikel
(Pesisirnews.com)Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, melepas Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Ruang Jamuan Rumah Di
Artikel
TEMBILAHAN Polres Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan komitmennya dalam mencegah dan menindak tegas tindak pidana perusakan hutan, khusus
Artikel
TEMBILAHAN Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Kecamatan Tembilahan mengajak se
Artikel
PULAU BURUNG Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melanjutkan mitigasi terkait dugaan kemunculan Harimau Sumatera di
Peristiwa
Indragiri Hilir Bupati Indragiri Hilir H. Herman, SE, MT diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil Drs. H. Tantawi Jauhari, MM, CGRE me
Artikel
Tembilahan Memasuki satu dekade perjalanan, Supermoto Indonesia Inhil Chapter terus didorong untuk tidak hanya menjadi wadah bagi para p
Artikel
(Pesisirnews.com)TEMBILAHAN H M Yusuf Said S.E MM anggota Komisi II DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil),menghadiri Upacara Peringatan H
Advertorial
TEMBILAHAN Satlantas Polres Indragiri Hilir (Inhil) terus mengedepankan pendekatan humanis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk
Artikel