PESISIRNEWS.COM - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dikutip dari beberapa sumber, OPM sendiri adalah istilah umum bagi gerakan prokemerdekaan Papua yang dipicu atas sikap pemerintah Indonesia sejak tahun 1963.
Dikutip darisuara.com, menurut peneliti kajian Papua di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), gerakan Prokemerdekaan Papua adalah imbas dari perlakuan tidak adil yang diterima masyarakat Papua dari pemerintah Indonesia yang dianggap represif.
Perlawanan OPM secara bersenjata dilakukan pertama kalinya di Manokrawi.
Baca Juga:
Perlawanan OPM secara bersenjata dilakukan pertama kalinya di Manokrawi pada tanggal 26 Juli 1965.
Sedangkan dari laporan Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) yang berjudul The Current Status of The Papuan Pro Independence Movement (diterbitkan 24 Agustus 2015) menyebut bahwa organisasi ini terdiri dari faksi yang saling bersaing.
Faksi tersebut terdiri dari tiga elrmen, yaitu kelompok bersenjata yang masing masing memiliki kontrol teritori yang berbeda: Timika, dataran tinggi dan pantai utara; kelompok yang melakukan demontrasi dan protes; dan sekelompok kecil pemimpin yang berbasis diluar negeri (seperti di Pasifik, Erofa dan AS) yang mencoba untuk meningkatkan kesadaran tentang isu papua dan membangkitkan kesadaran tentang isu papua dan membangkitkan dukungan International untuk kemerdekaan.
Baca Juga:
Kemudian muncul juga keberadaan KKB atau yang dikenal sebagai Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM), yang juga disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Kelompok Separatis Bersenjata (KSB). Tokoh masyarakat Papua, Michael Menufandu, mengatakan bahwa ada perbedaan KKB dan KSB. Sedangkan istilah KSB sering digunakan oleh TNI.(***).