Polda Riau Tangani 55 Kasus Karhutla, 55 Orang Jadi Tersangka
Pekanbaru Penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau terus berkembang. Hingga Minggu (13/9/2026), Polda Riau
Artikel
Pesisirnews.com - Jenggot / janggut yang tumbuh lebat pada pria dari masa lampau sering dikaitkan dengan belum ditemukannya alat cukur pada zaman itu. Tetapi ternyata anggapan itu tidak lagi relevan karena setelah alat cukur ditemukan, sebagian pria dari zaman dulu hingga sekarang pun tetap memelihara jenggot.
Dalam sebuah penelitian baru yang diterbitkan secara online pada 15 April 2020 di jurnal Integrative Organismal Biology yang dimuat di situs LIVE SCIENCE, menemukan bahwa jenggot yang dipelihara pria pada masa lalu bertujuan sebagai sarana proteksi / perlindungan terhadap wajah dari serangan mematikan dalam pertempuran.
Rambut disekitar wajah yang tumbuh dari cambang hingga dagu itu sengaja dibiarkan tumbuh lebat dan panjang karena diyakini dapat meredam kekuatan pukulan lawan yang diarahkan ke rahang dan tulang wajah yang paling sering patah selama pertempuran.
Baca Juga:
[br]
Peneliti berargumen bahwa rambut di jenggot akan secara kolektif menyebarkan kekuatan pukulan dan karena itu mungkin telah berevolusi sebagai respons terhadap kebutuhan untuk melindungi wajah dalam pertarungan.
Baca Juga:
Untuk menguji gagasan itu, para ilmuwan membuat model yang menyerupai struktur tulang tengkorak wajah manusia dan membungkusnya dengan bulu domba.
Meski bulu domba bukan analog yang sempurna karena teksturnya berbeda dengan rambut jenggot, tetapi peneliti telah memperkirakan ukuran volume-nya sama dengan model pria berjenggot penuh.
Melalui uji coba dari mesin penguji yang dibuat secara khusus, peneliti menemukan model wajah pria yang dilapisi jenggot menyerap hampir 30% lebih banyak energi daripada model yang tidak berjenggot.
[br]
Pengujian itu memberi tahu para ilmuwan jika akar folikel rambut dapat memberikan perlindungan dibandingkan dengan model rahang tanpa jenggot.
“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenggot memang mampu secara signifikan mengurangi kekuatan benturan dari pukulan tumpul dan menyerap energi, sehingga mengurangi cedera yang lebih parah,†kata para ilmuwan.
"Jika hal yang sama berlaku untuk rambut wajah manusia, maka memiliki jenggot yang lebat dapat membantu melindungi bagian kerangka wajah yang rentan dari serangan yang merusak, seperti rahang. Agaknya, jenggot yang lebat juga mengurangi cedera, luka gores dan memar, pada kulit dan otot wajah,†jelas ilmuwan lebih lanjut.
[br]
Laporan penelitian mengenai jenggot dari LIVE SCIENCE mendapat tanggapan dari salah satu pengunjung bernama Christopher Mark yang mengutarakan banyak varian lain yang diperlukan sebagai alat perlindungan diri dalam pertempuran.
Dia mencontohkan Alexander Agung yang dikatakan telah memulai mencukur jenggot untuk mencegah kombatan musuh meraih jenggotnya, dan dengan tangan lain mengarahkan senjata atau pukulan ke arah wajahnya.
Dalam pertarungan tangan kosong jenggot yang panjang justru akan merugikan karena dapat dengan mudah diraih lawan untuk ditarik sehingga memberi jarak pukul yang lebih dekat bagi tangan atau pun lutut lawan untuk menghantam wajah.
Oleh karena itu menurut Mark, hipotesis bahwa jenggot dapat meredam pukulan, masih terbuka untuk dipertanyakan.
Sedangkan dari sudut antropologi, sepanjang sejarah dan budaya di seluruh dunia, jenggot dinyatakan sebagai lambang dominasi sosial dan kejantanan, seperti surai pada singa jantan yang dominan. Sementara pada zaman modern jenggot juga difungsikan sebagai ‘fashion’ pria, atau dipelihara karena faktor keyakinan tertentu.***
Pekanbaru Penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau terus berkembang. Hingga Minggu (13/9/2026), Polda Riau
Artikel
(Pesisirnews.com)Tembilahan Hulu, (13/9/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, meninjau langsung pengerjaan Jalan Suhada II, Keca
Artikel
Tembilahan, (11/9/2026) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti H
Artikel
Indragiri Hulu Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo meninjau langsung p
Artikel
TEMBILAHAN Kebakaran terjadi di Jalan Budiman, Gang Silaturahim 1, Kelurahan Tembilahan, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir
Peristiwa
BENGKALIS,Polda Riau bersama jajaran terus memasifkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menyasar langsung masyar
Artikel
Pelalawan Polres Pelalawan menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Suaka Mar
Lingkungan
Johor Bahru Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memaparkan perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta upaya terpadu penangana
Artikel
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Plh Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, sambut kedatangan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Katamso S
Artikel
Siak Polda Riau memanfaatkan teknologi drone untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Drone tak hanya digunaka
Artikel