BUKITKERIKIL. PESISIRNEWS.com- Penangkapan seorang Petani di Desa Bukit Kerikil Kec.Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Riau kembali terjadi pada hari Rabu 16 Juli 2014 jam 2.00 siang di daerah Blok L Rt 010 lama Dusun 4 Desa Bukit Kerikil.
Petani atau warga yang bernama Markus ini ditangkap oleh polisi dengan helikopter yang melintas diatas kebun ketika Markus menanam ubi, helikopter menurunkan Markus di Siak Kecil (Simpang HTI (hutan tanaman industri) PT.Arara Abadi) Setelah itu dengan mobil dibawa ke Pos Polisi Simpang Kulim Desa Bukit Kerikil seterusnya dibawa ke Polsek Bukit Batu.
Kapolsek Bukit Batu Kompol Sasli Rais membenarkan penangkapan Petani ( Markus .red) ini ketika Pesisir News menanyakan penangkapan ini. " Status Petani ini sekarang masih dalam posisi dimintai keterangan karena ada kebakaran dekat lahannya dan sekarang berada di Polsek Bukit Batu" kata Kompol Sasli Rais.
Para petani/warga dusun 04 ketika ditanya bagaimana kronologis kejadiannya mengatakan, sebelumnya Markus sudah bertanya kepada ketua Rt 010 Tambi bahwa dia mau keladangnya, pak Rt mempersilahkan yang penting jangan bakar lahan. Penangkapan Petani Bukit Kerikil yang sering dianggap penyebab konflik agraria dengan Pt Arara Abadi terus terjadi dan berulang.
Warga desa Bukit kerikil dijadikan tersangka penyebab kebakaran lahan/hutan antara lain ;Dua tahun lalu Rasman ditangkap karena ikut membela lahan warga yang diserobot Pt Arara Abadi. Minggu kedua bulan November 2013 yang lalu Kades Bukit Kerikil Supendi juga ditangkap dirumahnya yang menurut keterangan keluarga ditangkap tanpa surat penangkapan yang syah. Bulan Mei 2014 yang lalu 2 orang petani satu laki laki dan ibu- ibu tua berumur 50tahun juga ditangkap polisi di musim hujan ketika membakar tunggul dibelakang pondoknya di daerah 010 Gotex dan sekarang masih diproses dipolres bengkalis.
"Dugaan kami ini penuh rekayasa oleh PT" kata Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya. "Negara ini berpihak pada siapa, rakyatlah yang berdaulat di negara ini, bukan orang asing atau pemilik modal" ujar warga berapi api.
"Pejabat Desa Bukit Kerikil Eko Sarwono ini berpihak pada PT atau rakyat, kok masalah penangkapan kami petani ini terus terjadi dimana tanggung jawabnya" ujar warga terlihat mendongkol
"Disidang pengadilan Kepala Desa di Bengkalis Eko ini malah memberikan kesaksian yang memberatkan kepala desa, ada apa dengan sekretaris desa kami ini" lanjut warga ditengah kedongkolannya. Ketika dikonfirmasi ke sekretaris desa Bukit Kerikil Eko Sarwono berkali kali Hpnya tidak aktif.(sahat)