ISPU Inhil Tembus 311, Kapolres Donny: Kurangi Aktivitas di Luar dan Gunakan Masker
INDRAGIRI HILIR, Kualitas udara di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, semakin memburuk di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah
Artikel
JAKARTA (Pesisirnews.com) - Atiqah Hasiholan dan Karina Salim punya cara tersendiri dalam menanamkan nilai kemerdekaan berpendapat pada anak sejak dini.
Atiqah Hasiholan menerapkan pola asuh komunikasi dua arah kepada putrinya yang baru berusia 5 tahun.
Namun menurutnya, hal tersebut tak hanya berlaku untuk sang anak. Atiqah pun belajar untuk bisa memberikan kemerdekaan pada anaknya dan tak memaksakan kehendak.
Baca Juga:
"Dalam banyak hal kemerdekaan kalau untuk sekarang ini karena anak saya usia 5 tahun, kemerdekaan itu adalah kemerdekaan untuk diri dia sendiri gitu. Jadi mungkin ini bukan hanya tentang anak saya, tapi tentang saya juga belajar memberikan kemerdekaan pada anak saya," ungkap Atiqah dikutip dari Antara, Selasa.
"Nggak harus tentang saya atau maunya saya gitu. Jadi sebenarnya kalau konteksnya tentang menanamkan kemerdekaan pada anak, kayaknya lebih saya yang belajar banyak untuk memberikan kemerdekaan pada anak saya. Tapi tetap terjaga dan di jalur yang baik buat dia," ungkap Atiqah.
Baca Juga:
Sementara itu menurut Karina, di era sekarang ini penting untuk menanamkan pola asuh komunikasi dua arah kepada anak.
Potret keluarga Karina Salim. (Instagram/karinasalim)
Dengan demikian, anak-anak dapat berlatih untuk mengambil keputusannya sendiri namun tetap berada di jalur yang tepat.
"Kalau nilai kemerdekaannya sih aku di zaman sekarang, parenting zaman sekarang, mencoba mendengarkan pendapat anak supaya mereka merdeka berpendapat," ungkap Karina.
[br]
"Kalau zaman dulu, orang tua itu kan cara parentingnya satu arah ya. Harus nurut, harus ngikutin yang kita mau. Tapi nggak mendengar dari sisi mereka (anak). Jadi pengennya sih parenting yang dua arah supaya mereka merdeka berpendapat dengan keputusannya sendiri asal tetap kita tuntun supaya di jalur yang tepat," papar Karina.
Tak hanya itu, di momen menjelang Hari Kemerdekaan, Atiqah dan Karina pun juga turut mengikut sertakan sang anak dalam perlombaan-perlombaan yang diselenggarakan, baik di sekolah atau di lingkungan rumahnya.
"Mengenalkan tentang 17-an juga sih. Aku selalu ngikutin anak aku kegiatannya juga. Kalau nggak yang dekat rumah aku ada organisasi yang suka punya acara-acara 17-an. Jadi selalu ngikutin supaya anakku yang masih balita juga lebih aware apa sih 17 Agustus itu," pungkas Karina. (PNC)
INDRAGIRI HILIR, Kualitas udara di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, semakin memburuk di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah
Artikel
TEMBILAHAN Bupati Herman mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Riau melalu
Artikel
MANDAH, INDRAGIRI HILIR Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama unsur pemerintah, TNI dan Polri melakukan evakuasi terhadap
Peristiwa
INDRAGIRI HILIR Warga Desa Pasengrahan, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang l
Peristiwa
INDRAGIRI HILIR Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkunga
Artikel
Tembilahan Pengembangan komoditas kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diarahkan tidak berhenti pada sektor perkebunan, tetapi ju
Artikel
INDRAGIRI HILIR Warga bersama personel Polsek Mandah dan Koramil 08 Mandah menemukan seekor hewan mamalia laut yang diduga merupakan ban
Artikel
Tembilahan, (22/9/2026) Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti Penilaian Interviu Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital Tahu
Artikel
BANJAR XII Ribuan warga Kabupaten Rokan Hilir berkumpul di halaman Mapolres Rokan Hilir, Selasa (22/9/2026), untuk mengikuti Tabligh Akb
Islam
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Sebanyak 70 orang kontingen asal Indragiri Hilir (Inhil), akan berkompetisi di Pekan Olahraga, Seni dan Pembel
Olah Raga