Selasa, 11 Agustus 2026 WIB

Politisi Demokrat Herman Khaeron Sesalkan Sikap Moeldoko Terhadap SBY: Bak Kacang Lupa Kulit

- Senin, 01 Maret 2021 10:08 WIB
911 view
Politisi Demokrat Herman Khaeron Sesalkan Sikap Moeldoko Terhadap SBY: Bak Kacang Lupa Kulit
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto: Facebook/Dr.Moeldoko)

JAKARTA, Pesisirnews.com - Perseteruan antara Moeldoko dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait isu kudeta Partai Demokrat masih jadi perbincangan hangat.

Namun sikap Moeldoko yang mengancam SBY dinilai politisi Partai Demokrat, Herman Khaeron, kurang sopan dan mengibaratkan seperti kacang lupa kulit. Karena Moeldoko diangkat menjadi Panglima TNI oleh SBY.

Ancaman Moeldoko kepada SBY itu disampaikan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/2). Dia mengingatkan elite Partai Demokrat, termasuk SBY, untuk berhenti menekannya.

Baca Juga:

Moeldoko mengancam akan mengambil langkah-langkah tertentu jika terus ditekan soal Demokrat.

“Saya ingin mengingatkan semua saya bisa sangat mungkin melakukan langkah-langkah yang saya yakini. Jadi, saya berharap jangan menekan saya,” kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) itu.

Baca Juga:

Pernyataan Moeldoko ini keluar setelah SBY mengeluarkan video terkait adanya gerakan yang akan melakukan kudeta kursi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY. SBY menyebut nama Moeldoko sebagai salah satu aktornya.

[br]

Bagaimana sikap Partai Demokrat terhadap Moeldoko yang mengancam SBY?

Politisi Partai Demokrat, Herman Khaeron mengingatkan kepada Moeldoko untuk bersikap sopan terhadap SBY. Dia berharap, Moeldoko bisa mengingat kembali perjalanan kariernya hingga saat ini.

Dia mengungkapkan, perjalanan karier Moeldoko tidak lepas dari bantuan SBY. Mulai dari Wakil Gubernur Lemhanas, Pangdam Siliwangi, KSAD, sampai Panglima TNI.

“Itu semua terjadi di zaman Pak SBY jadi Presiden. Mestinya tidak mengkhianati sejarah itu,” kata Herman, kepada Rakyat Merdeka, Jumat (26/2).

Karena itu, dia menilai, tidak etis bila jasa SBY itu malah dibalas dengan pengkhianatan. Hal itu terbukti bahwa Moeldoko berkolaborasi dengan segelintir kader untuk mengambil alih Partai Demokrat.

“Jadi, kalau saya mengibaratkan itu seperti pagar makan tanaman. Kacang lupa kulit,” bebernya.

Menurut dia, harusnya Moeldoko malu terhadap SBY dan menghentikan pergerakan pengambilalihan kursi Ketua Umum Partai Demokrat.

“Kalau Moeldoko ingat sejarah dan tidak mengkhianati sejarah, tegaskan bahwa Moeldoko tidak ikut-ikutan dalam gerakan ini. Bukannya malah menunjukkan ada perlawanan,” katanya.

Sumber: (RM.id Rakyat Merdeka)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kabar Duka, Tokoh Senior Golkar Riau Masnur Wafat Senin, 01 Juli 2024 16:25 WIB
Anas Urbaningrum akan Berikan Kejutan Setelah Bebas dari Lapas Sukamiskin, Selasa Besok
Partai Demokrat Waspada, Mohon Rakyat Ikut Memantau Intervensi Politik
Politisi Milenial Lintas Parpol Tolak Sistem Proporsional Tertutup pada Pemilu 2024
Politisi NasDem yang Ada di Kabinet Serahkan Keputusan ‘Reshuffle’ pada Presiden Jokowi
AHY Berharap Anak-anak Muda Bisa Menyudahi Politik Uang, Politik Identitas dan Politik Fitnah
komentar
beritaTerbaru