Kamis, 16 Juli 2026 WIB

Masyarakat di sekitar Rinjani dan pengunjung wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas

- Sabtu, 07 November 2015 17:15 WIB
1.065 view
Masyarakat di sekitar Rinjani dan pengunjung wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas
ilustrasi
PESISIRNEWS.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut tingkat kegempaan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, setelah erupsi pertama pada 25 Oktober lalu masih menunjukkan peningkatan dalam amplitudo tremor.

Demikian diteruskan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, kepada wartawan beberapa saat lalu. Sebelumnya ia menginformasikan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Barujadi, anak Gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara, masih cukup tinggi.

"Dari 2-5 November, hasil pengamatan menunjukkan bahwa tremor berkorelasi dengan erupsi yang terjadi secara menerus dari kerucut Gunung Barujari. Asap kawah keluar dengan tinggi maksimum 2.000 m di atas Barujari,” kata Sutopo, Sabtu (7/11).

Jatuhan piroklastik yang jatuh di badan Barujari dan aliran lava yang mengalir ke arah timur laut menuju Kaldera Rinjani. Ancaman bahaya secara langsung berupa jatuhan piroklastik dan aliran lava masih berada di dalam Kaldera Rinjani.

"Hingga saat ini belum perlu ada pengungsian. Masyarakat di sekitar Rinjani dan pengunjung wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas di dalam Kaldera Rinjani, dalam radius 3 Km dari kawah Barujari yang berada di dalam kaldera Rinjani. Pemukiman terdekat berada pada radius 9 km,” lanjut Sutopo.

Untuk mengantisipasi dampak erupsi ini, BPBD sudah mendirikan tenda pengungsi di 9 lokasi, yaitu di Lombok Utara 4 Tenda Pengungsi; di Lombok Barat 3 Tenda Pengungsi; dan di Lombok Tengah 2 Tenda Pengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB telah membagikan100 ribu lembar masker yang dibagikan di beberapa lokasi seperti Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI

Sumber : rmol.co

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dentuman Misterius Terdengar di Gunungkidul, Warga Diminta Waspada dan Hati-hati Info Hoaks
Alami Tiga Kali Erupsi, Gunung Anak Krakatau Berada di Level Siaga
Dini Hari Tadi Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 2,5 Kilometer
Bantu Korban Dampak Erupsi Gunung Semeru, Polres Rokan Hilir Galang Dana
Baru Keluar dari Lapas Gunung Tua, Adel Kembali di Tahan Polsek Bagan Sinembah ?
Tiga Peserta Diklat Mapala UII Yogyakarta Meninggal Dunia di Gunung Lawu
komentar
beritaTerbaru