LANGSA, Pesisirnews.com - Sebuah fakta baru yang menyedihkan sekaligus mengharukan terungkap dari kasus ibu muda korban pemerkosaan di Birem Bayeun Aceh Timur beberapa waktu lalu.
Sebagaimana ramai diberitakan, Rangga, bocah SD berumur 10 tahun ini ‘syahid’ ketika membela ibunya, DN (28), yang diperkosa tersangka SB (kini sudah almarhum), Sabtu (10/10/2020) dini hari lalu, di rumah gubuk yang mereka tinggali di Kecamatan Birem Bayeun.
DN, yang mencoba mempertahankan kehormatannya dengan melawan tersangka turut dibantu oleh Rangga, hingga sang bocah malang itu harus kehilangan nyawa demi membela ibunya. Padahal almarhum Rangga memiliki kesempatan lari dari rumah itu, tetapi tidak ia lakukan.
Baca Juga:
Rangga merupakan buah perkawinan DN dengan mantan suami pertamanya, Fajar Fadly.
Setelah bercerai, DN menikah dengan AY (25). Mereka baru sekitar setahun lebih berumah tangga.
Baca Juga:
AY sendiri merupakan warga di Kecamatan Birem Bayeun yang bekerja sambilan sebagai nelayan pemancing di sungai, jika tidak bekerja ke Kabanjahe.
[br]
AY dan DN bertemu saat mereka sama-sama bekerja berapan tahun silam di Kaban Jahe, Sumatera Utara.
Sebuah fakta baru diketahui saat AY berbincang-bincang singkat dengan Serambinews.com di RSCM Langsa, Senin (19/0/2020) sore.
AY mengungkapkan hal tak terduga, sekaligus menyedihkan jika kejadian di malam jahanam itu, istrinya tengah hamil muda. Usia kandungan DN diperkirakan sekitar 3-4 bulan.
AY menuturkan pada malam kejadian dirinya tak berada di rumah. Saat itu ia sedang mencari ikan di sungai.
Sedangkan Rangga, baru sekitar 10 hari ikut bersama mereka di rumah Birem Bayeun, Aceh Timur.
Selama ini Rangga tinggal bersama ayah kandungnya, Fajar Fadly, di Kota Medan. Rangga dijemput ibunya karena ia mau ikut ke Aceh dan tinggal bersama DN.
[br]
Rencananya almarhum akan didaftarkan di SD di daerah mereka tinggal di Kecamatan Birem Bayeun karena almarhum Rangga sangat ingin tinggal bersama DN agar bisa menjaga ibunya.
Menurut cerita AY lagi, sejak 6 bulan terakhir ini, AY dan korban DN sering pulang pergi ke Kabanjahe bekerja di kebun buah dan sayur. Sebulan bekerja lalu pulang, dan sebulan pergi lagi, hingga peristiwa biadab itu terjadi.
Sejak Sabtu (10/10/2020), atau pasca kejadian, korban DN sempat di rawat berapa hari di RSUD Langsa. DN kemudian pindah perawatan di RSCM Langsa milik PTPN I Langsa untuk perawatan intensif karena luka di tangannya akibat bacokan parang pelaku.
Selama dirawat di RSCM Langsa milik PTPN I Langsa itu, AY selalu setia mendampingi istrinya DN yang sedang mengandung anak pertama dari hasil perkawinannya.
Setelah kondisinya membaik, korban DN akan dibawa pulang ke rumah abang iparnya (abang kandung suaminya sekarang), di Kecamatan Birem Bayeun.
"Istri saya Selasa besok (20/10/2020) sudah dibolehkan pulang oleh dokter, karena kondisi DN susah membaik, infus juga telah dibuka," ujar AY, Senin (19/10/2020).
[br]
Setelah keluar dari RSCM Langsa, ia dan korban DN akan tinggal sementara di rumah abang AY, di Kecamatan Birem Bayeun.
Diakui AY, mereka ada ditawarkan rumah singgah oleh pihak DP3A dan KB Aceh Timur, sebagai tempat tinggal sementara, namun mereka akan mempertimbangkannya.
“Rumah singgah yang ditawarkan oleh DP3A dan KB Aceh Timur, apakah istri saya mau atau tidak, saya serahkan keputusannya sama dia, saya ikuti kemauan dia saja (korban),†sebut AY mengakhiri perbincangan.
Sumber: Serambinews.com