TEMBILAHAN, PESISIRNEWS.COM - Proses pemekaran Kabupaten Indragiri Selatan yang sejak 14 tahun lalu sudah mulai diperjuangkan sepertinya masih menyisakan banyak persoalan pada tataran akar rumput.
Pasalnya, ada lima kecamatan yang pada awalnya merupakan kecamatan utama yang akan masuk Indragiri Selatan, justru pada perkembangannya merasa ditinggalkan dalam perundingan dalam mewujudkan daerah otonomi baru tersebut.
"Masih banyak persoalan pada masyarakat di bawah yang belum dituntaskan dalam proses pemekaran Kabupaten Indragiri Selatan (Insel), sehingga kami merasa lebih baik berdiri sendiri dengan wujud sebuah Kabupaten Indragiri Pesisir," ungkap salah seorang tokoh Kecamatan Enok dan Tanah Merah, Edy Harianto Sinrang, Jum'at (18/9/2015).
Jelasnya, perjuangan membentuk Kabupaten Indragiri Selatan dinilai telah dijadikan komoditas politik pihak-pihak tertentu yang merugikan masyarakat Insel.
"Yang kita nilai paling dirugikan adalah masyarakat di lima kecamatan yakni Kecamatan Tanah Merah, Kempas, Enok, Sungai Batang dan Concong, sehingga dengan kapasitas yang ada kami sepertinya juga telah memenuhi syarat untuk sebuah pemekaran," tukas Edy Sinrang yang juga anggota DPRD Inhil ini.
Ketika ditanyakan lebih jauh apa inti permasalahannya, Edy mengaku bahwa perjuangan membentuk Insel tersebut telah banyak dan akan lebih banyak lagi kerugian yang akan diterima masyarakat di lima kecamatan tersebut.
"Sebagai motor awal dicetuskannya pemekaran Insel ini, Tanah Merah dan Enok kita nilai akan dirugikan jika ini terus berlanjut," cetus Edy.
(zul)