Jumat, 24 April 2026 WIB

Kiai Said Akui Islam Indonesia Dibuat Beringas, Sekjen PPKN: Makanya NU Harus Khitthah

Haikal - Kamis, 01 November 2018 19:27 WIB
6.073 view
Kiai Said Akui Islam Indonesia Dibuat Beringas, Sekjen PPKN: Makanya NU Harus Khitthah

SURABAYA  ?  Pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, bahwa, ada sesuatu yang datang dari luar dan membuat umat Islam Indonesia menjadi radikal dan beringas, mendapat tanggapan serius dari Sekretaris Jenderal Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah, H Nur Hadi ST.

Menurut Cak Nur, panggilan akrabnya,  radikalisme itu kemudian diseret ke ranah politik praktis. Dijadikan alat politik. Umat Islam, khususnya warga NU ditakut-takuti dengan ancaman tersebut, sehingga ikutan beringas. Isu wahabi, khilafah digoreng sedemikian rupa, sehingga nahdliyin ikut-ikutan marah, walhasil dimanfaatkan untuk modal politik.

"Jadi, satu-satunya jalan adalah meletakkan NU pada khitthahnya. Tidak larut dalam gerakan politik praktis. Sayangnya, PBNU gagal. Rais Aam yang seharusnya mengayomi justru menjadi Cawapres. Lebih gagal lagi, setelah menjadi Cawapres, Kiai Ma'ruf menjadi Mustasyar PBNU. Ini juga harus diakui sebagai kegagalan," katanya kepada duta.co, Kamis (01/11/2018).

Baca Juga:

Seperti disampaikan KH Said Aqil Siroj, bahwa, radikalisme itu bukan jati diri masyarakat Indonesia. "Belakangan ini kita rasakan ada sesuatu yang aneh. Ada sesuatu yang asing. Ada sesuatu dari luar ini rasanya, di antara saudara kita jadi beringas, jadi radikal, jadi keras," kata Kiai Said saat konferensi pers usai silaturahmi di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu malam (31/10).


Baca Juga:
Tampak H Nur Hadi ST (tiga dari kanan) dalam sebuah acara. (FT/IST)

Kiai Said tidak merinci apa yang membuat umat Islam Indonesia menjadi radikal tersebut. Dia hanya menekankan bahwa jati diri umat Islam Indonesia adalah ramah, toleran, santun, dan berakhlak.

Menurutnya, nilai-nilai itu merupakan ciri khas yang diakui oleh negara-negara lain. Termasuk juga negara-negara Islam yang berada di kawasan Timur Tengah.

Gagal 'Selamatkan' Rais Aam

Masih menurut Kiai Said, jati diri tersebut juga merupakan kebanggaan. Tidak semua masyarakat di negara lain memiliki kultur seperti itu. Dia memberi contoh umat Islam di kawasan Timur Tengah yang kerap mengalami perang saudara bahkan memakan waktu hingga puluhan tahun.

"Lah ini kita malah seperti sudah bosan dengan kepribadian yang santun ini," jelas Kiai Said.

Menanggapi hal ini, Cak Nur mengatakan, ini bukan soal bosan dengan kepribadian yang santun, tetapi, disadari atau tidak, semua ini lantaran kita (PBNU red.) sudah dalam remote kontrol politik.

"Contoh, politisi mana, termasuk Pak Jokowi, semua tahu bahwa Rais Aam PBNU itu dilarang masuk politik praktis, tetapi, nyatanya toh dicalonkan. Setelah itu disuguhi isu wahabi dan khilafah. Habislah kita," jelas pengusaha otomotif di Sidoarjo ini.

Karenanya, ia mengaku salut dengan langkah dzurriyah muassis (anak cucu pendiri) NU yang membentuk Komite Khitthah, mengembalikan NU pada jalurnya. "Kalau ini berhasil, NU benar-benar menjadi soko guru NKRI, mengayomi semuanya," tegasnya.


duta.co

SHARE:
beritaTerkait
Polsek Gaung Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pembangunan konektivitas digital harus pemanfaatan nyata di layanan publik
Polsek Tembilahan Hulu Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika, Dua Pelaku Diamankan
Pemkab Inhil Lepas Kontingen Futsal ke Gubernur Cup 2026, Usung Semangat Juang dan Sportivitas
Polres Inhil Gelar Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Desa Sungai Luar
Pemkab Inhil Belum Masuk Daftar Implementasi 100% BBM Satu Harga Tahap IV
komentar
beritaTerbaru